Gifood Juarai Telkom Hackathon 2018

M Studio    •    Senin, 26 Feb 2018 21:48 WIB
berita telkom
Gifood Juarai Telkom Hackathon 2018
VP Corporate Strategic Planning Telkom Torkis Ropinda Sihombing (kanan) saat menyerahkan hadiah kepada juara pertama Telkom Hackaton 2018, Gifood, di Bandung Digital Valley, Minggu, 25 Februari 2018 (Foto:Dok)

Jakarta: Guna mendorong lahirnya  generasi enterpreneur digital Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengadakan Telkom Hackathon 2018. Ajang yang diikuti oleh ratusan tim anak muda kreatif dari seluruh Indonesia ini merupakan kompetisi pengembangan aplikasi bisnis digital dengan menggunakan platform digital touch point Telkom terbaru bernama xsight. 

Para peserta dapat memanfaatkan xsight untuk mengakses Application Programming Interfaces (API)  yang ready-to-use dengan lebih mudah dan cepat. 

Pada Grand Final Telkom Hackathon 2018 yang diselenggarakan di Bandung, Minggu, 25 Februari 2018, tim dewan juri memilih juara dan aplikasi terbaik setiap kategori sebagai berikut.

- Juara Pertama & The Best General Category App: Gifood (Yogyakarta)

- Juara Kedua: Sorella (Jakarta)

- The Best E-Commerce App: Tukang Dagang (Bandung)

- The Best Fintech App: Digital Koperasi (Jakarta)

- The Best Logistic App: HappyDeliv (Jakarta) 

Pemenang juara pertama dan kedua mendapat kesempatan untuk melaksanakan studi banding kedua perusahaan digital dunia, yaitu Liferay di Sydney dan Cellum di Budapest, serta uang tunai Rp10 juta. Selain itu, masing-masing aplikasi terbaik setiap kategori berhak mendapatkan hadiah uang tunai senilai total Rp45 juta.

Juara pertama, Gifood, menawarkan solusi yang menghubungkan antara pemilik makanan berlebih dengan mereka yang membutuhkan makanan. Sementara itu, juara kedua Sorella menawarkan solusi di bidang keamanan dengan tiga fitur utama yaitu panic button, chatbot sorella, dan sorella group notify. 

Direktur Digital & Strategic Portfolio Telkom David Bangun memberikan apresiasi kepada seluruh finalis, khususnya para pemenang. 
"Selamat kepada para tim yang menjadi pemenang pada Telkom Hackathon 2018. Ajang ini kami selenggarakan untuk menjaring developer-developer terbaik Indonesia yang kreatif dan inovatif. Telkom Hackaton yang telah kami selenggarakan sejak tahun 2015 ini juga merupakan upaya Telkom dalam membangun ekosistem digital untuk memfasilitasi para entrepreneur digital Indonesia, khususnya generasi muda,” ujar David. 

Selain Telkom Hackathon, Telkom juga telah menginisiasi program inkubasi dan pengembangan start-up melalui program Indigo serta membangun fasilitas penunjang ekosistem digital seperti Digital Innovation Lounge (DILo) dan Digital Valley atau creative center. "Seluruh fasilitas tersebut tersebar di seluruh Indonesia,” ucap David. 

Sebanyak 20 finalis Telkom Hackathon 2018 yang terpilih mendapatkan kesempatan mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari pendalaman API, pengumpulan prototype aplikasi, dan program coaching clinic oleh team ahli agar mampu menyempurnakan aplikasi yang mereka kirimkan. Finalis juga mendapatkan kesempatan memperbaiki aplikasi mereka dengan special mentoring sebelum akhirnya mempresentasikannya ke tim juri di tahap terakhir. 

“Pengembangan ekosistem digital, termasuk penyelenggaraan Telkom Hackathon ini merupakan wujud komitmen Telkom untuk memajukan entrepreneur digital bangsa sekaligus mendukung cita-cita pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara,” kata David.


(ROS)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.