WHO: Ketagihan Game Bisa Jadi Gangguan Mental

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 26 Dec 2017 14:18 WIB
games
WHO: Ketagihan Game Bisa Jadi Gangguan Mental
WHO memasukkan gangguan gaming ke dalam ICD.

Jakarta: Bermain game selama belasan jam dianggap sebagai masalah kesehatan mental. WHO (World Health Organization/Organisasi Kesehatan Dunia) baru saja menambahkan gangguan gaming ke dalam draf beta ke dalam ICD (Internationl Classification of Diseases/Klasifikasi Penyakit Internasional) mereka, lapor Forbes

Menurut draf tersebut, bermain game tidak hanya menjadi sebuah hobi ketika seseorang tidak bisa mengendalikan berapa sering dia bermain. Sebagian orang tidak bisa berhenti bermain bahkan setelah berjam-jam.

Bagi orang-orang yang memiliki gangguan, bermain game juga akan terasa lebih intensif dan bisa menghancurkan kehidupan mereka karena mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Menurut laporan Newsweek, meskipun penderita gangguan ini mengetahui akibat buruk dari gangguan ini, seperti dipecat karena terlalu sering membolos kerja, mereka tetap tidak bisa berhenti bermain. 



"Pola tingka laku penderita cukup parah, sehingga menyebabkan gangguan dalam kehidupan penderita, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, sosial, edukasi, pekerjaan dan bagian kehidupa yang lain," tulis WHO dalam draf tersebut.

"Pola kebiasaan bermain bisa terus menerus atau sesekali tapi terus berulang."

Penderita baru bisa didiagnosis menderita gangguan jika kebiasaan bermain game mereka berlangsung selama setidaknya satu tahun. Namun, dalam kasus yang parah, durasi tersebut bisa menjadi lebih pendek. Gangguan ini berlaku baik untuk orang yang kecanduan bermain game online ataupun offline

ICD biasanya digunakan oleh pelaku industri kesehatan di dunia dan juga menjadi standar internasional terkait gangguan dan penyakit kesehatan. Edisi ke-11, yang akan dirilis pada 2018, akan menyertakan gangguan baru ini. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.