Perangkat Mobile Makin Banyak, Keamanan Siber Makin Tidak Dipedulikan

Riandanu Madi Utomo    •    Rabu, 01 Nov 2017 19:02 WIB
cyber securitykaspersky
Perangkat Mobile Makin Banyak, Keamanan Siber Makin Tidak Dipedulikan
Ancaman terhadap pengguna perangkat mobile terus meningkat

Metrotvnews.com: Tahun 2017 merupakan saat perangkat mobile lebih banyak digunakan ketimbang PC dan perangkat komputasi diam lainnya. Namun, di balik jumlah pengguna yang semakin meningkat, terdapat ancaman serius, berupa celah keamanan yang lebih besar bagi para hacker.

Menurut penelitian Kaspersky Cybersecurity Index yang dilakukan oleh Kaspersky Lab, ancaman terhadap pengguna perangkat mobile terus meningkat. Pengguna lansia juga menghadapi peningkatan bahaya online, dan terjadi penurunan jumlah pengguna yang dilindungi oleh solusi keamanan.

Penelitian tersebut juga menemukan pengguna modern semakin jarang menggunakan komputer untuk aktivitas online mereka, dan lebih memilih untuk menggunakan perangkat mobile. Diketahui sebanyak 67 persen akses email kini dibuka melalui perangkat mobile pada paruh pertama tahun 2017. Jumlah tersebut meningkat dari paruh kedua tahun 2016 yang hanya sebesar 59 persen.

Jumlah pengguna yang menggunakan perangkat mobile mereka untuk belanja online telah meningkat menjadi 50 persen dari 41 persen dibandingkan enam bulan sebelumnya. Kecenderungan ini diamati di sebagian besar jenis aktivitas online yang dipantau melalui penelitian Kaspersky Cybersecurity Index.

Ironisnya, semakin banyak pengguna mobile yang tidak peduli dengan keamanan di perangkatnya. Pada akhir 2016, hanya 39 persen responden yang tidak melindungi semua perangkat mereka, kini ada 41 persen pengguna yang mengaku tidak memiliki perlindungan sama sekali.

Hal ini dapat dikaitkan dengan fakta bahwa pengguna semakin sering menggunakan perangkat mobile mereka, yang seringnya tidak memiliki perlindungan apabila dibandingkan dengan komputer mereka.

Menurut pihak Kaspersky Lab, hal ini sangat berbahaya. Pengguna menghadapi risiko saat menggunakan perangkat mobile, dan semakin sering mereka menggunakannya untuk aktivitas online, semakin tinggi risikonya.

Pengguna lansia (berusia 55 atau lebih) mendapati diri mereka berisiko lebih tinggi pada paruh pertama tahun 2017. Sementara di paruh kedua tahun 2016 hanya 12 persen pengguna di usia tersebut yang melaporkan bahwa mereka menghadapi ancaman online, pada paruh pertama telah ada 19 persen pengguna yang melaporkan bahwa mereka berhadapan dengan beberapa jenis malware.

"Terlepas dari usia dan pekerjaan pengguna, fokus kehidupan digital mereka semakin beralih ke perangkat mobile - pengguna mempercayakan rahasia, file, informasi rahasia, uang dan banyak hal lainnya ke dalam perangkat mobile milik mereka. Namun, penjahat dunia maya tidak tinggal diam dan merubah taktik mereka untuk semakin sering melakukan penyerangan ke platform mobile," ujar Head of Consumer Business di Kaspersky Lab, Andrei Mochola.

"Selain melindungi perangkat kita sendiri, orang perlu saling menjaga dan membantu teman dan anggota keluarga untuk mempraktekkan penggunaan internet yang aman untuk mengurangi risiko yang akan mereka hadapi."

Kaspersky Cybersecurity Index didasarkan pada hasil survei online pengguna internet di seluruh dunia, yang dilakukan dua kali setahun oleh Kaspersky Lab. Pada H1 2017, survei dilakukan kepada 21.081 pengguna dari 32 negara, berusia 16 atau lebih.


(MMI)