SAP Dorong Pelanggan Jadi Perusahaan Cerdas

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 08 Nov 2018 10:16 WIB
sapcorporatetransformasi digital
SAP Dorong Pelanggan Jadi Perusahaan Cerdas
SAP mendukung pelanggan menjadi perusahaan cerdas dengan memanfaatkan solusi yang ditawarkannya.

Manila: SAP mengumumkan dukungannya terhadap perjalanan pelanggan menjadi perusahaan cerdas atau Intelligence Enterprise dalam acara yang digelar di Manila, Filipina. Dukungan ini didorong oleh pertumbuhan ekonomi di berbagai negara, berkat dukungan kemajuan teknologi internet.

"SAP menyadari perubahan cepat dalam 10 tahun terakhir, dengan permintaan tinggi dari konsumen untuk mengubah produk, dan mampu menghubungkan informasi secara langsung ke pusat data, dan lainnya," ujar President and Managing Director SAP Southeast Asia Claus Andresen.

Transformasi digital, atau disebut SAP menjadi Intelligence Enterprise, dinilai Andresen harus untuk dilakukan perusahaan atau organisasi, tidak hanya agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, juga agar dapat menghadirkan produk dan layanan terbaik bagi konsumen.

Sementara itu, untuk dapat melakukan perlu melakukan otomasi dalam aktivitas berulang, serta memastikan bahwa konektivitas sistem antar pihak internal maupun eksternal berjalan dengan mulus.

Otomasi pada aktivitas repetitif disebut SAP membantu perusahaan untuk lebih terfokus pada pengembangan bisnis, sehingga menampilkan performa lebih baik.

Hal ini diakui oleh sejumlah pelanggan SAP, salah satunya adalah The Body Shop Indonesia yang menggunakan SAP SuccessFactors untuk membantu mendigitalisasikan proses terkait Human Resources (HR) pada perusahaan mereka.

Digitalisasi di ranah ini dinilai turut mendorong terciptanya pola pikir di kalangan pegawai guna mendukung proses transformasi digital di perusahaan mereka.

Untuk mendukung hal tersebut, SAP memperkenalkan Intelligence Suite, bertugas sebagai platform yang memungkinkan banyak aplikasi berjalan secara bersamaan, dengan mulus.

Platform digital ini juga memungkinkan pengguna untuk mengelola sejumlah aplikasi dan melakukan analisis pada data yang dihimpun dari berbagai sumber yang terhubung.

Selain itu, SAP juga menawarkan hub data untuk menjembatani antara TI dan bisnis, salah satunya melalui cloud.

Dukungan standar yang sama untuk mengintegrasikan seluruh sistem juga dinilai akan membantu memperluas platform, sehingga cloud dapat memberikan peluang bagi penggunanya untuk menambah jajaran aplikasi yang digunakan.

Dengan demikian, data akan dapat dimanfaatkan secara produktif, sehingga dapat mendukung otomasi proses bisnis, dengan bantuan teknologi seperti pembelajaran mesin (Machine Learning), kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT) dan sebagainya.

Menjadi perusahaan cerdas atau Intelligence Enterprise turut selaras dengan revolusi industri yang saat ini tengah digaungkan negara-negara di dunia, termasuk Indonesia, yaitu Industri 4.0.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.