WeChat Mulai Tiru Snapchat Stories

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 26 Dec 2018 14:30 WIB
wechat
WeChat Mulai Tiru Snapchat Stories
Ilustrasi. (Jaap Arriens / NurPhoto via Getty Images)

Jakarta: WeChat, aplikasi pengirim pesan asal Tiongkok dengan lebih dari satu miliar pengguna aktif bulanan, baru saja menambahkan fitur serupa Snapchat Stories. Penambahan fitur ini adalah bagian dari perombakan pada aplikasi yang belum pernah terjadi sejak 2014. 

Keputusan untuk merombak WeChat ini datang setelah Tencent, yang memiliki saham Snap, melihat persaingan yang semakin ketat dari aplikasi video TikTok dan aplikasi berita Jinri Toutiao.

Pada awalnya, WeChat adalah aplikasi messaging. Namun, ia kemudian berkembang menjadi super aplikasi dengan banyak fungsi, lapor TechCrunch. 

WeChat memiliki lebih dari satu juta aplikasi ringan yang bisa digunakan oleh pengguna untuk menyelesaikan berbagai tugas, mulai dari berbelanja hingga memanggil transportasi online. Semua ini bisa mereka lakukan tanpa harus keluar dari aplikasi WeChat. 

Di satu sisi, hal ini memudahkan para pengguna. Di sisi lain, sebagian pengguna merasa fungsi utama WeChat sebagai aplikasi media sosial telah berubah. Moments, fitur serupa lini masa pada Facebook, dulu merupakan tempat untuk berbagi artikel, foto, dan video.

Kini, isi Moments menjadi membosankan seiring dengan semakin banyaknya teman mereka. Karena, pengguna perlu menjadikan rekan kerja dan para penjual sebagai teman jika mereka ingin melakukan pembayaran via WeChat. 

Pendiri WeChat, Allen Zhang, memiliki obsesi dengan pengalaman pengguna. Karena itu, selama ini, aplikasi WeChat jarang diubah. Perubahan kali ini adalah salah satu perombakan besar yang bisa menunjukkan bagaimana perkembangan WeChat dalam beberapa tahun ke depan. 

Fitur serupa Snapchat Stories ini dinamai Time Capsule. Sebelum ini, pengguna WeChat hanya bsa membagikan video di tiga tempat, yaitu teman, chat grup, dan Moments.

Hal ini tidak berubah dengan adanya Time Capsule. Para pengguna bisa membagikan video dengan durasi maksimal 15 detik yang akan menghilang setelah 24 jam. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.