Tren Harbolnas di Kalangan Pengguna E-Commerce

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 11 Dec 2018 19:22 WIB
e-commerce
Tren Harbolnas di Kalangan Pengguna E-Commerce
Ilustrasi.

Jakarta: Seiring dengan naiknya jumlah pengguna internet di Indonesia, semakin banyak pula orang yang aktif berbelanja online. Terutama karena kini kepercayaan masyarakat akan situs e-commerce semakin meningkat. Tapi itu bukan berarti situs e-commerce berhenti mendorong masyarakat berbelanja online.

Pada akhir tahun, situs-situs e-commerce biasanya serentak mengadakan diskon besar-besaran. Selain Singles' Day pada 11 November, ada juga Hari Belanja Online yang jatuh pada 12 November besok.

Menurut data dari iPrice dan Lazada, antusiasme masyarakat di Indonesia untuk menyambut Harbolnas merata. Sementara kata kunci terkait promosi 11.11 sudah mulai digunakan pada 25 Oktober, menurut Google Trends.



Di Lazada, kategori yang paling diminati adalah perangkat seluluer dan tablet, fesyen, dan peralatan gaming dan audio.

Mengingat jumlah perangkat seluler di Indonesia pada tahun lalu mencapai 371,4 juta, hal ini sebenarnya tidak aneh. Ini menunjukkan bahwa seseorang bisa menggunakan lebih dari satu smartphone atau tablet.

Menurut data Lazada dan iPrice, biasanya, perusahaan smartphone tidak hanya memanfaatkan pesta diskon akhir tahun untuk menjual produknya yang telah diluncurkan, tapi juga memperkenalkan produk baru.

Beberapa vendor yang biasa melakukan ini adalah Xiaomi, TCL, dan Infinix. Alasannya tampaknya karena metode ini dapat meningkatkan angka penjualan.

Pada tahun ini, Lazada akan mengadakan Harbolnas pada 11 dan 12 November. Target mereka adalah agar jumlah transaksi pada tahun ini mencapai Rp7 triliun, 1,5 kali lipat dari jumlah transaksi pada tahun lalu, yang mencapai Rp4,7 triliun.

Lazada memperkirakan, perangkat elektronik dan fesyen adalah dua kategori yang akan sangat memengaruhi pencapaian jumlah transaksi. Mereka merasa, ketertarikan orang-orang akan perangkat elektronik dan fesyen adalah sesuatu yang tidak pernah mati.

Hal lain yang memengaruhi apakah Lazada akan bisa mencapai targetnya adalah jumlah penjual
yang ikut serta.

Lazada menyebutkan, tahun ini, jumlah penjual yang ikut serta naik 15 persen dengan fokus pada produk lokal. Mereka berharap, produk lokal akan dapat menyerap Rp1 triliun dari total jumlah transaksi.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.