Disrupsi Digital Bikin Avaya Ubah Fokus Perusahaan

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 12 Jul 2018 17:11 WIB
avayacorporatetransformasi digital
Disrupsi Digital Bikin Avaya Ubah Fokus Perusahaan
Avaya akan mengubah fokusnya untuk menyelaraskan diri dengan perkembangan kebutuhan teknologi pelanggan.

Jakarta: Transformasi digital menjadi hal yang tidak dapat dielakan oleh berbagai organisasi di dunia, termasuk di Indonesia, mengingat generasi milenial kini menjadi generasi pelanggan yang kian membesar.

"Market Indonesia merupakan pasar terpenting bagi Avaya. Indonesia merupakan salah satu negara yang mengusung transformasi digital dengan baik, jadi saat ini menjadi saat yang tepat untuk menerapkan teknologi pintar di negara ini," ujar Managing Director ASEAN Avaya Sami Ammous.

Namun, transformasi digital dinilai masih perlu dikembangkan demi mencari keseimbangan yang tepat antara organisasi dan pelanggan. Organisasi masih perlu memperhatikan sentuhan manusia yang dibutuhkan pada sejumlah layanan seperti layanan aduan.

Sebab layanan ini dinilai masih belum dapat ditangani dengan baik oleh mesin chatbot. Chatbot disebut belum mampu menggantikan pengalaman yang disuguhkan manusia saat melayani pelanggan di layanan aduan karena tidak memiliki empati.

Selain itu, Avaya juga menilai transformasi digital juga membutuhkan dukungan saluran pendukung lain untuk berinteraksi, salah satunya adalah aplikasi.

Aplikasi menjadi salah satu saluran yang banyak dimanfaatkan organisasi, mengingat perilaku generasi milenial yang sudah akrab dengan teknologi.

Sayangnya, Avaya mengaku aplikasi bukanlah bidang spesialisasinya. Karenanya, Avaya mengaku akan mengembangkan platform guna menghubungkan saluran dan sistem Avaya dengan saluran dan sistem pihak lain yang digunakan oleh pelanggan.

Platform penghubung ini disebut Avaya akan menjadi fokus bisnisnya secara penuh dalam beberapa tahun mendatang. Saat ini, Avaya masih terfokus ke bisnis produk yang digelutinya sembari mengembangkan platform dan beralih secara bertahap.


(MMI)

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One
Review Smartphone

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One

10 hours Ago

Nokia 6.1 Plus jadi smartphone Android One yang layak menjadi pilihan di antara merek lainnya.…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.