Pentagon Haruskan Personil Militer Matikan GPS Ponsel

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 08 Aug 2018 13:25 WIB
teknologi
Pentagon Haruskan Personil Militer Matikan GPS Ponsel
Pentagon memerintahkan personel militer untuk menonaktifkan layanan pelacak geolokasi selama di pangkalan militer.

Jakarta: Hari Jumat lalu, Pentagon merilis perintah pelarangan penggunaan layanan lokasi pada perangkat pemerintah dan pribadi yang digunakan oleh anggota militer Amerika Serikat.

Perangkat tersebut termasuk smartphone, smartwatch dan perangkat dengan kapabilitas GPS lainnya. Perintah pelarangan tersebut berlaku di seluruh area operasional United States Armed Forces.

Pengukuran baru ini dirilis setelah peta suhu panas, yang dihasilkan oleh aktivitas pengguna aplikasi fitness Strava, mengungkapkan lokasi pangkalan militer di negara asing.

Di wilayah Amerika Serikat, jaringan garis berwarna sebagiang besar menampilkan cara menarik untuk memvisualisasikan data pelaku, namun di negara Timur Tengah seperti Afganistan, peta tersebut menampilkan lebih banyak informasi.

Sebab basis pengguna Strava di wilayah tersebut sebagian besar dibuat oleh personel militer, sehingga pangkalan militer Amerika Serikat menjadi sangat terlihat, termasuk pangkalan yang dihapuskan dari layanan seperti Google Maps.

Presisi fitur pelacakan aplikasi tergolong tinggi, sehingga mampu mengungkap layout internal dari pangkalan berkat anggota yang giat berolahraga lari.

Setelah mempertimbangkan dengan seksama, dewan tinggi di Pentagon memutuskan bahwa fungsionalitas GPS pada perangkat mobile merupakan risiko keamanan. Informasi yang dihasilkannya dapat digunakan pihak musuh Amerika Serikat, bahkan jika pengembang aplikasi tidak membaginya ke dunia.

Anggota operasional militer masih dimungkinkan untuk menggunakan perangkat mereka, namun dengan syarat harus menonaktifkan layanan geolokasi, atau akan menerima hukuman.

Hal ini disebut akan menyebabkan layanan pada sejumlah aplikasi tidak berguna, namun bermanfaat demi keamanan lebih baik.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.