Pengguna iPhone X Temukan Retak di Kaca Pelapis Kamera Belakang

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 28 May 2018 10:36 WIB
apple
Pengguna iPhone X Temukan Retak di Kaca Pelapis Kamera Belakang
Sejumlah pengguna iPhone X mengeluhkan temuan retak pada kaca pelindung kamera belakang ganda perangkatnya.

Jakarta: Sejak bulan Januari lalu, diskusi komunitas Apple menyebut bahwa pelapis kaca pada iPhone X yang melindungi kedua kamera belakang mulai retak pada sejumlah unit. Hal ini mungkin masuk akal terjadi pada perangkat yang pernah terbentur permukaan keras.

Namun, tidak demikian dengan perangkat yang diakui tidak pernah terbentur atau jatuh pada permukaan keras. Apple mengharuskan pengguna untuk membayarkan biayas sebesar USD99 (Rp1,3 juta) untuk mengganti kaca pelindung tersebut.

Salah satu poster yang diunggah ke forum komunitas Apple menyebut bahwa Apple Store akan membebankan biaya kepada pengguna sebesar USD549 (Rp7,7 juta) untuk perbaikan tanpa jaminan dari garansi resmi Apple.

Tanpa terbentur atau jatuh, retak pada kaca pelindung kamera belakang iPhone X dilaporkan diakibatkan oleh suhu.

Apple menyebut bahwa iPhone X harus berada dalam suhu lingkungan berkisar antara 0 derajat Celcius gingga 35 derajat Celcius saat digunakan, dan -20 derajat Celcius hingga 45 derajat Celcius saat tidak digunakan.

Sejumlah unggahan di forum tersebut berasal dari pengguna iPhone X yang mengoperasikan ponsel di kondisi suhu lebih dingin dari persyaratan Apple, dan tidak menemukan kerusakan pada perangkat mereka. Sehingga teori terkait dengan suhu dinilai tidak terbukti.

Salah seorang anggota komunitas Apple menyebut bahwa hal ini dapat dipastikan sebagai kelemahan dalam hal bahan atau desain. Hingga saat ini, Apple masih belum memberikan tanggapannya terkait dengan informasi keretakan kaca pelindung tersebut.

Mengingat publisitas kurang baik yang diterimanya pada minggu lalu saat masyarakat menemukan Apple telah mengetahui permasalahan terkait iPhone 6 dan iPhone 6 Plus yang dapat menekuk, dan keputusannya untuk tidak menggunakan lem penyebab "Touch Disease" pada model tersebut.

Sejumlah pihak yang terkejut akan informasi tersebut menyebut bahwa Apple perlu lebih transparan terkait permasalahan ini.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.