Banyak Kasus Penipuan, Apple dan Google Hapus Ratusan Aplikasi

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 02 Aug 2017 13:16 WIB
applegoogle
Banyak Kasus Penipuan, Apple dan Google Hapus Ratusan Aplikasi
Google dan Apple menghapuskan aplikasi-aplikasi trading. (Sean Gallup/Getty)

Metrotvnews.com: Apple dan Google telah menghapuskan ratusan aplikasi trading dari toko aplikasi mereka. Ini mereka lakukan setelah Australian Securities and Investments Commision (ASIC) melakukan intervensi sebagai bagian dari penyelidikan kasus penipuan online

Dalam sebuah pernyataan resmi, ASIC berkata, mereka telah meninjau toko-toko aplikasi dengan fokus pada aplikasi terkait binary option trading. Mereka berkata, tinjauan mereka fokus pada lebih dari 330 aplikasi yang disediakan oleh individu dan entitas yang tampaknya tidak memiliki lisensi.

Menurut The Independent, sebanyak 63 persen dari aplikasi-aplikasi tersebut ditawarkan oleh penyedia binary option trading. Platform binary option mendorong para investor untuk membuat peratruhan sederhana, mereka hanya harus menentukan apakah saham atau mata uang akan naik atau turun di masa depan.

Banyak platform tersebut yang legal. Meskipun begiu, semakin banyak juga platform ilegal yang bermunculan di Australia, Inggris dan di negara-negara lain. Saat ini, semua platform binary option trading berada di luar tanggung jawab regulator finansial Inggris, yang berarti jika seseorang tertipu, mereka tidak bisa melapor untuk mendapatkan uang mereka kembali. 

Minggu lalu, muncul laporan yang menyebutkan bahwa ribuan orang, terutama para pensiuanan, ditipu setiap tahunnya. Pada hari Selasa, ASIC berkata, mereka khawatir akan adanya penipuan melalui aplikasi karena ada banyak aplikasi yang membuat deskripsi yang "menyesatkan tentang keuntungan trading dan jumlah laba yang bisa didapat."


(MMI)

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2
Review Smartphone

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2

2 weeks Ago

Xiaomi masuk industri smartphone selfie dengan merilis Xiaomi Redmi S2. Begini performanya. …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.