Survei Red Hat dan IDC Tunjukkan Peningkatan Permintaan Aplikasi Mobile

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 25 Jul 2017 15:30 WIB
teknologi
Survei Red Hat dan IDC Tunjukkan Peningkatan Permintaan Aplikasi Mobile
Red Hat dan IDC mengumumkan hasil survei terkait mobilitas enterprise di tiga negara di Asia Tenggara.

Metrotvnews.com, Jakarta: Red Hat dan IDC mengumumkan hasil survei terkait adopsi mobilitas enterprise yang dilakukan di tiga negara di Asia Tenggara, yaitu Singapura, Malaysia, dan Indonesia, hari ini, Selasa (25/7/17).

“Mobilitas memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk meninjau kembali proses bisnis mereka dan melibatkan para pelanggan dengan cara-cara baru,” ujar Head of Business Development Mobile Red Hat Asia Pacific, Gerald Khor.

Survei tersebut dilakukan pada 500 eksekutif organisasi dan perusahaan di tiga negara di Asia Tenggara pada bulan Februari 2017 lalu. Dari survei itu, Red Hat dan IDC menemukan bahwa organisasi yang terlibat dalam survei telah memiliki strategi terkait mobilitas.

Selain itu, organisasi responden survei di tiga negara tersebut juga menyebutkan. keterampilan khusus di bidang mobile yang sulit didapatkan dan dikembangkan adalah tantangan yang mereka hadapi.

Melalui hasil survei tersebut, juga ditemukan bahwa responden di Singapura, Malaysia dan Indonesia tengah beralih ke perangkat menuju mobilitas alur kerja. Sebanyak 56 persen responden menganggap mobilitas penting bagi bisnis, sedangkan 40 persen lainnya berencana fokus ke proyek terkait aplikasi mobile dalam satu hingga dua tahun mendatang.

Sementara itu, permintaan akan aplikasi mobile di tiga negara tersebut tengah berkembang, dengan integrasi sistem versi lama menjadi salah satu prioritas. Sebanyak 76 persen responden mengaku telah mempersiapkan dana untuk pengembangan aplikasi mobile, sementara 58 persen berencana menerapkan 1-5 aplikasi.

Sebanyak 37 persen responden menilai mobilitas sebagai bagian dari strategi bisnis mereka. Namun, mereka mengaku berhati-hati dalam berinvestasi akibat keterbatasan sumber daya yang dimilikinya. Sedangkan 27 persen lainnya memiliki anggaran khusus untuk aplikasi mobile, dan 26 persen terfokus pada peningkatan pengalaman melalui inisiatif mobilitas.


(MMI)

Video /