Gandeng IBM, UI Hadirkan Kelas Big Data

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 08 Mar 2018 14:09 WIB
ibm
Gandeng IBM, UI Hadirkan Kelas Big Data
UI bekerja sama dengan IBM untuk hadirkan kelas Big Data.

Jakarta: Universitas Indonesia mengajak IBM bekerja sama membuka kelas Big Data dan Komputasi Kognitif. Tujuannya adalah untuk menyiapkan generasi muda dalam menghadapi tantangan yang muncul karena teknologi yang terus berkembang, khususnya komputasi kognitif. 

Dalam Cognitive Advantage Global Market Report, IBM menemukan bahwa komputasi kognitif merupakan salah satu kunci dalam perusahaan untuk mengembangkan bisnis mereka.

Komputasi kognitif terbukti bisa meningkatkan interaksi bisnis dengan pelanggan, membuat bisnis menjadi semakin produktif dan efisien juga bisa menumbuhkan perusahaan dengan lebih cepat. 

"Sistem komputasi kognitif merupakan era baru komputasi dan kita telah melihat meningkatnya tuntutan akan teknologi komputasi kognitif di berbagai industri," kata Country Manager Global Business Partner, IBM Indonesia, Novan Adian.

"Setiap pekerjaan akan ditransformasi oleh big data dan sistem kognitif."

Kerja sama selama lima tahun ini antara UI dan IBM ini juga diharapkan akan dapat menciptakan talenta dengan kemampuan yang mumpuni untuk menghadapi era kognitif.

Komputasi kognitif merupakan sistem komputer yang dapat meniru cara berpikir manusia. Sistem komputer itu menggunakan algoritma untuk mengumpulkan data dan mengenali pola dan terus belajar berdasarkan data yang didapatkan. Dengan begitu, komputer bisa meniru cara otak manusia bekerja. 

Memang, selama ini, komputer bisa melakukan perhitungan dan memproses data jauh lebih cepat dari manusia. Namun, komputer tidak bisa melakukan sesuatu yang bagi manusia mudah untuk dilakukan. Misalnya mengerti omongan manusia lainnya atau mengenali obyek unik dalam sebuah gambar. 

Menurut Forbes, sebagian orang mengatakan bahwa komputasi kognitif merepresentasikan era komputasi ketiga. Era pertama adalah ketika komputer dapat melakukan perhitungan, era kedua adalah saat komputer dapat menjalankan program dan era ketiga adalah sistem kognitif. 

Melalui kelas baru di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI ini, mahasiswa diharapkan bisa mengerti pentingnya analitik dan menerapkan konsep itu di berbagai industri. 

"Mata kuliah ini berawal dari keinginan Departemen Akuntansi FEB UI untuk meningkatkan kompetensi lulusan untuk beradaptasi dan berperan dalam dunia ekonomi digital," kata Ketua Departemen Akuntansi FEB UI, Dr. Ancella A. Hermawan.

"Kami harap, mata kuliah ini dapat mengenalkan alat-alat dari big data dan komputasi kognitif pada mahasiswa."

Mata kuliah baru tersebut merupakan mata kuliah pilihan. Kelas telah dimulai pada 14 Februari lalu. UI menyebutkan, ahdirnya mata kuliah baru ini mendapatkan sambutan yang hangat. Hal ini terlihat dari lebih dari 100 mahasiswa yang mendaftarkan diri untuk mengikuti kelas baru ini. 

Pengajaran akan dilakukan dalam bentuk diskusi grup berbasis studi kasus. Dengan begitu, mahasiswa diharapkan akan bisa mengidentifikasi permasalahan nyata yang mungkin akan mereka temui di masa depan. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.