Satu Tuntutan Minta Apple Bayar Rp13 Ribu Triliun

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 28 Dec 2017 17:21 WIB
appleiphone
Satu Tuntutan Minta Apple Bayar Rp13 Ribu Triliun
Apple dituntut karena memperlambat iPhone lama. (AP Photo/Alan Diaz, File)

Jakarta: Minggu lalu, Apple mengaku bahwa mereka memang sengaja menurunkan performa iPhone lama yang memiliki baterai lama dengan tujuan untuk meminimalisir tingkat kemungkinan ponsel mati secara mendadak.

Hal ini membuat para pengguna iPhone marah, mendorong mereka untuk menuntut Apple di pengadilan. Salah satu tuntutan itu meminta Apple untuk membayar denda senilai hampir USD1 triliun (Rp13.543 triliun).

Dengan mengakui bahwa mereka memang membuat iPhone lama melambat, Apple memperkuat teori konspirasi bahwa iPhone lama dibuat melambat dengan tujuan untuk mendorong para pengguna membeli iPhone baru. 

Patently Apple adalah pihak yang menemukan tuntutan sebesar USD999 miliar atas Apple. Tuntutan itu dibuat oleh Violetta Mailyan di California. Dalam tuntutan itu, tertulis bahwa "masing-masing penuntut harus membeli iPhone baru karena performa iPhone model lama melambat akibat tindakan sengaja dari Tertuduh."

Menurut BGR, tuduhan itu juga menyebutkan bahwa Apple bisa mengumumkan bahwa mereka memperlambat iPhone lama karena baterai dan penuntut akan bisa mengganti baterai ponsel mereka dan tanpa harus membeli ponsel baru.

Apple baru mengakui apa yang mereka lakukan setelah seorang pengguna forum internet, menemukan bahwa performa iPhone lama akan kembali pulih setelah dia mengganti baterai ponsel. 

Tuntutan dengan denda USD999 miliar itu bukanlah satu-satunya tuntutan yang dilayangkan pada Apple. Ada setidaknya delapan tuntutan lain pada Apple yang didaftarkan di pengadilan di California, New York dan Illinois. Bahkan, ada yang menuntut Apple di Israel. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.