Di 2049, Kuku Jari Bisa Gantikan Peran Ponsel

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 27 Dec 2017 08:45 WIB
teknologi
Di 2049, Kuku Jari Bisa Gantikan Peran Ponsel
Wearable berupa cincin Mobile Nails bisa membuat jari Anda memiliki fungsi seperti ponsel.

Jakarta: Dalam sebuah riset yang dilakukan operator Inggris O2 dan Dr Ian Pearson, di tahun 2049, fungsi sebuah smartphone bisa tergantikan dengan wearable yang memungkinkan fungsi sebuah teknologi melekat di tubuh manusia.

Salah satunya adalah kuku jari yang bisa digunakan untuk menerima telepon, serta fungsi lain yang ada di sebuah ponsel pintar. Dilaporkan Metro UK, beberapa waktu lalu, O2 sempat memamerkan perangkat yang membuat kuku jari kita bisa menerima panggilan telepon.

Perangkat bernama Mobile Nails ini dibuat dari kerja sama O2 dengan merek produk kecantikan Nails Inc. Teknologi yang digunakan tidak tertanam di dalam kuku jari, melainkan adanya sebuah cincin dengan sensor yang bisa mengenali gerakan jari.



Berbekal koneksi Bluetooth yang menghubungkan cincin ini dengan ponsel pintar di kantong baju atau tas kita, penggunanya bisa langsung menerima panggilan telepon tanpa harus mencari ponsel mereka terlebih dahulu.

Pada cincin tersebut, tersedia beberapa pilihan, mulai dari menerima panggilan, melakukan panggilan dengan perintah suara, hingga memutar musik dari ponsel. Meskipun perangkat ini hanya dipamerkan dan diuji coba selama seminggu. Namun, ke depannya akan memiliki dampak sangat penting.

Pearson menuturkan teknologi ini bisa berdampak ke cara manusia berkomunikasi di masa depan. Dengan hanya mendekatkan jari kita ke telinga, sebetulnya teknologi tersebut sudah cukup futuristik dan mencerminkan tahap awal wearable.

Masih terlalu dini untuk penerapan teknologi seperti menanamkan komponen di dalam tubuh manusia. Pihak O2 sendiri belum akan memproduksi teknologi ini, mereka hanya mencoba beradaptasi dengan cara penggunanya berkomunikasi.

"Kami ingin beradaptasi dengan perkembangan cara manusia berkomunikasi dalam 30 tahun ke depan. Ini juga menjadi cara kami menjembatani perkembangan teknologi mobile dengan bidang fesyen," ungkap Chief Marketing Officer O2 Nina Bibby.


(MMI)

Advan i6, Menjanjikan di Harga Rp1,5 Juta
Review Smartphone

Advan i6, Menjanjikan di Harga Rp1,5 Juta

2 days Ago

Advan i6 menawarkan performa cukup baik untuk perangkat di kelas harga terjangkau, yaitu Rp1,5 …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.