Mulai IPO, Saham Razer Melonjak Tinggi

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 13 Nov 2017 15:42 WIB
razer
Mulai IPO, Saham Razer Melonjak Tinggi
Logo khas Razer.

Metrotvnews.com: Vendor produsen perangkat gaming Razer pada hari Jumat lalu mengumumkan bahwa mereka membuka penawaran sahamnya ke publik atau IPO. Debut Razer rupanya disambut baik oleh beragam pihak.

Berdasarkan laporan CNBC, debut Razer membuka sahamnya untuk publik cukup laku keras. Dengan per sahamnya yang sebesar HKD3,88 atau setara USD0,50, terhitung hari ini Razer mengalami penaikan hingga lebih dari 30 persen.

Berkat hasil tersebut, kini Razer berhasil mengantongi nilai perusahaan sebesar HKD3,9 miliar atau lebih dari USD500 juta hanya dari penawaran sahamnya. Seluruh laporan angka tersebut tercatat di Bursa Saham Hong Kong.

Pemilihan Bursa Saham Hong Kong disebut merupakan pilihan kedua setelah Razer batal mendaftarkan perusahaannya di bursa saham Amerika Serikat. Keputusan tersebut diambil setelah beberapa tahun terakhir Razer tidak berhasil menorehkan keuntungan.

"Amerika, Eropa dan Tiongkok merupakan pasar yang bagus untuk perangkat gaming tetapi kami menemukan Hong Kong. Hong Kong memiliki akses ke semua pasar yang cukup bagus," tutur CEO Razer, Tan Min-liang dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg.

Dia menyadari hal tersebut akan menjadi pertanyaan banyak orang, karena 50 persen pendapatan Razer berasal dari pasar Amerika.

Dari laporan finansial Razer, pada tahun 2016 perusahaan tersebut mengalami kerugian sebesar USD59,6 juta. Namun, kerugian ini tampaknya oleh banyak pihak dianggap biasa karena Razer berfokus pada riset dan pengembangan perusahaan.

Misalnya, Razer tahun lalu mengakuisisi Nextbit, produsen smartphone Robin yang dikembangkan oleh mantan pendiri awal program Android. Razer juga mengakuisisi perusahaan ahli di bidang audio yakni THX. Hal ini juga yang dianggap membuat banyak investor mau membeli saham Razer.

Seperti yang diketahui bahwa Razer baru saja merilis smartphone untuk gaming, Razer Phone, pada tanggal 1 November 2017.

Satu hal yang juga tidak kalah penting adalah adanya miliuner Hong Kong yaitu Li Ka-shing yang juga membeli saham dari Razer. Hal tersebut menjadi sebuah daya tarik bagi investor lainnya.

Dalam wawancara, Tan juga menyebut Razer dalam waktu dekat sedang berfokus untuk mengembangkan ekosistem game mereka setelah kehadiran Razer Phone. Tan bersikukuh bahwa perusahaannya hanya akan berfokus ke segmen game dan enggan bersaing dengan vendor smartphone.

Dia ingin Razer mengeruk keuntungan dari pasar game yang diprediksi akan senilai USD2,2 miliar di tahun 2023.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.