Demi Abadikan Lava Vulkanik, Drone Ini Meleleh

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 05 Nov 2017 15:19 WIB
drone
Demi Abadikan Lava Vulkanik, Drone Ini Meleleh
Menerbangkan drone di atas aliran lava cukup berbahaya.

Metrotvnews.com: Salah satu peran drone bagi fotografer adalah membuat mereka mampu mengabadikan momen yang sulit dijangkau oleh sang fotografer dengan berjalan kaki. Tentu saja, setiap kondisi lapangan memiliki risiko yang berbeda-beda.

Seperti yang dilaporkan oleh situs DIY Photography, baru ini seorang fotografer asal Israel tanpa sengaja membuat drone miliknya meleleh karena terbang di atas aliran lava gunung vulkanik. Fotografer bernama Erez Marom menceritakan bahwa saat itu dirinya sedang mengabadikan momen semburan lava dari Gunung Kilauea di Big Island, Hawaii.

"Pada bulan Oktober kemarin saya menghabiskan waktu selama 2 minggu di Hawaii untuk mengabadikan keindahan alam disana. Setibanya di pulau Big Island, saya bersama teman langsung berinisiatif mengabadikan aliran lava dari Gunung Kilauea. Kami beruntung menemukaan sebuah aliran lava yang berada di luar wilayah taman nasional, sehingga diperkenankan untuk menerbangkan drone," tutur Marom dalam tulisannya.



Marom mengabadikan foto udara dari aliran lava tersebut. Drone tersebut terbang selama 3 jam di atas lava pada momen tertentu, yakni saat matahari terbit, tenggelam, dan saat tengah malam. Marom terus mengabadikan foto udara dari aliran lava tersebut dan dia mengakui bahwa fotonya sangat menakjubkan. 

Marom mengaku awalnya hanya menyadari sisi kanan dari foto yang diabadikan oleh drone mulai terlihat gelap, namun tetap dia tidak terlalu peduli. Marom tetap asyik mengabadikan foto dari aliran lava, baik dari jarak yang sangat jauh hingga terdekat menurutnya.



Ketika kembali ke apartemen, Marom baru menyadari bahwa kualitas foto yang mulai menggelap pada salah satu sisinya diakibatkan oleh bagian dari plastik dari lensa kamera drone miliknya mulai meleleh. Berdasarkan foto yang diunggah, terlihat bahwa dia menggunakan drone merek DJI.



Meskipun begitu, Marom mengaku tidak menyesal dan kapok dengan peristiwa tersebut. Dia mengaku berhasil mendapatkan foto terbaik dari pengorbanannya. Benar saja, banyak pihak yang mengakui foto hasil kamera drone miliknya sangat bagus. Momen yang langka dan sulit untuk bisa mengabadikan aliran lava vulkanik, mengingat kondisi lapangan yang juga berbahaya.


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.