Samsung Beli Startup Kecerdasan Buatan Asal Mesir

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 07 Mar 2018 11:09 WIB
samsung
Samsung Beli Startup Kecerdasan Buatan Asal Mesir
Samsung mengakuisisi perusahaan pengembang teknologi AI asal Mesir, Kngine.

Jakarta: Samsung mengambil langkah selanjutnya dalam meningkatkan versi terbaru dari asisten virtual Bixby 2.0. Samsung mengakuisisi Kngine, startup berbasis di Mesir, yang terfokus pada ide menciptakan AI untuk mempelajari dan bertingkah laku serupa manusia.

Kngine mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan kemampuan serupa manusia, memungkinkannya untuk menjawab pertanyaan setelah mempelajari informasi dari membaca dokumen, buku, melakukan pencarian di situs dan lainnya.

Mesin ini berfungsi dalam fase, pertama dengan memproses pertanyaan, kemudian menjabarkannya ke dalam sub pertanyaan dan merangkai rencana jawaban.

Selanjutnya, mesin ini menyusun jawaban yang ditemukan berdasarkan peringkat, menampilkan jawaban yang paling sesuai bagi pengguna.

Menariknya, Samsung telah berinvestasi pada Kngine pada tahun 2014 lalu, bersamaan dengan Vodafone Ventures Egypt. Akuisisi Kngine terjadi pada tahun 2017 lalu, melalui Samsung Research America, mitra Samsung yang mengakuisisi 100 persen saham di Kngine.

Namun informasi detil lain terkait dengan akusiisi ini masih dirahasiakan, dan Samsung masih enggan untuk memberikan tanggapan resmi terkait informasi ini. Kngine bukan perusahaan AI pertama yang diakuisisi Samsung.

Baru-baru ini, Samsung mengakuisisi Fluenty, perusahaan pengembang solusi komunikasi berbasis AI atau chatbot, dan berinvestasi pada Reactor Labs yang juga bergerak di ranah pengembangan teknologi kecerdasan buatan.

Samsung juga mempekerjakan Larry Heck, sosok yang bertanggung jawab untuk pengembangan Google Assistant dan Microsoft Cortana. Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini diperkirakan akan mengerahkan upaya maksimal pada Bixby 2.0, yang akan tersedia di Samsung Galaxy Note 9.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.