Atlet Korea Utara tak Kebagian Galaxy Note 8 Edisi Olimpiade

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 08 Feb 2018 22:33 WIB
samsunggalaxy note 8
Atlet Korea Utara tak Kebagian Galaxy Note 8 Edisi Olimpiade
Tampilan Samsung Galaxy Note 8 edisi Olimpiade Musim Dingin.

Jakarta: Samsung merilis Galaxy Note 8 edisi Olimpiade Musim Dingin bulan lalu. Ponsel itu akan diberikan pada peserta dan penyelenggara Olimpiade Musim Dingin yang akan digelar di PyeongChang, Korea Selatan. 

Namun, para peserta dari Korea Utara dan Iran tidak akan mendapatkan ponsel tersebut, lapor AFP. Alasannya adalah karena kedua negara tersebut mendapatkan sanksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Di Korea Selatan, Galaxy Note 8 dihargai KRW1 juta atau sekitar Rp12,5 juta. Edisi terbatas Olimpiade Musim Dingin ini bisa dihargai lebih mahal. Ponsel itu juga bisa dianggap sebagai barang mewah.

Sementara PBB melarang ekspor barang mewah ke Korea Utara. Selain itu, Galaxy Note 8 juga bisa dianggap memiliki fungsi ganda, dengan fungsi militer sebagai salah satunya.

Seperti yang disebutkan The Verge, banyak negara yang memberikan sangsi pada Korea Utara dan Iran, biasanya karena keduanya melakukan pengujian senjata militer dalam beberapa tahun belakangan. PBB juga mulai memperberat sangsi yang mereka berikan pada Korea Utara sejak Desember lalu. 

Samsung telah lama menjadi sponsor Olimpiade. Mereka juga biasanya menyediakan ponsel untuk para peserta dan penyelenggara Olimpiade sejak 1997. Pada 2016, Samsung merilis Galaxy S7 Edge edisi Olimpiade untuk Olimpiade yang diadakan Rio de Janeiro.

Ponsel edisi khusus itu bisa didapatkan oleh atlet dan konsumen di beberapa negara yang memesannya dengan cepat, mengingat ia tersedia dalam jumlah terbatas. 

Bahkan pada 2016, atlet Korea Utara tidak bisa menerima Samsung Galaxy S7 Edge. Dikabarkan komite Olimpiade mereka memang sengaja tidak memberikan ponsel itu pada 31 atlet yang turut serta.

Ponsel juga dianggap melanggar peraturan Korea Utara yang melarang perangkat dengan GPS dan karena ponsel memberikan akses ke internet kecepatan tinggi tanpa penyensoran dari pemerintah. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.