Twitter Pernah Tolak Iklan dari Trump, Ini Alasannya

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 21 Nov 2016 12:13 WIB
media sosialtwitterpemilu as
Twitter Pernah Tolak Iklan dari Trump, Ini Alasannya
Twitter menolak iklan dari tim sukses Donald Trump. (AFP PHOTO / JOSH EDELSON)

Metrotvnews.com: Tim sukses Donald Trump percaya, Twitter merupakan kunci kemenangan Trump. Namun, mereka juga percaya, Twitter secara tidak adil menghalangi kampanye mereka.

Twitter berkata hal ini tidak benar.

Dalam sebuah post di Medium berjudul "A Call With Jack", Director of Digital Advertising Trump, Gary Coby menuliskan secara lengkap bagaimana Twitter memutuskan untuk membatalkan iklan berupa emoji yang telah dikustomisasi pada debat presiden pertama dan kedua. 

Seperti yang disebutkan oleh Recode, emoji yang telah dikustomisasi adalah yang muncul setelah menuliskan tagar tertentu. Misalnya contoh di bawah ini.



Coby berkata, pada awalnya, Twitter setuju untuk menggunakan tagar #CrookedHillary dengan sebuah emoji berupa orang yang sedang berlari dengan sekantong uang. Namun, Twitter kemudian menelpon tim Trump "dua hari sebelum debat presiden pertama", dan memberitahukan bahwa perjanjian iklan ini dibatalkan dengan alasan kecemasan akan dituntut oleh pendukung Clinton.

Dalam kampanye iklan kedua, yang juga mengikutsertakan emoji di atas, Twitter juga pada awalnya menyetujui penggunaan emoji tersebut. Pada akhirnya, Twitter kembali membatalkannya beberapa hari sebelum debat presiden kedua.

Kali ini, CEO Jack Dorsey dan COO Adam Bain menelepon tim sukses Trump secara langsung untuk meminta maaf dan menjelaskan mengapa mereka memutuskan untuk membatalkan iklan ini.

Keputusan Twitter, menurut sebuah blog post dan juru bicara media sosial tersebut, adalah karena rasa khawatir iklan dari Trump ini tidak akan dikenali sebagai sebuah iklan. Karena, iklan dengan tagar dan emoji tidak akan terlihat sebagai iklan.

Selain itu, Twitter juga sering menyediakan emoji khusus untuk menyambut acara-acara tertentu. Di Indonesia misalnya, Twitter pernah mengeluarkan emoji khusus untuk menyambut bulan Ramadan dan merayakan HUT RI.

Dengan kata lain, Twitter tidak ingin para penggunanya berpikir bahwa emoji #CrookedHillary merupakan bentuk dukungan Twitter terhadap Trump. Karena itu, Twitter membatalkan perjanjian iklan dengan Trump dan berkata mereka tidak akan memberikan emoji iklan untuk kampanye politik.

Juru bicara Twitter menyebutkan, uang bukanlah alasan mengapa Twitter membatalkan perjanjian iklan Trump, menyebutkan bahwa Trump telah menghabiskan jutaan dollar AS di Twitter selama masa kampanye. Hanya saja, Twitter ingin memastikan bahwa orang-orang dapat membedakan konten iklan dan bukan dan menunjukkan ketidakberpihakan Twitter pada salah satu pihak dalam politik.

Meskipun kejadian ini terjadi sebulan lalu, masalah ini masih relevan hingga sekarang karena Trump dan timnya masih membahas masalah ini. Selain itu, masyarakat juga masih berusaha memahami pengaruh media sosial seperti Facebook dan Twitter pada pemilu yang lalu. 

Sejak pemilu minggu lalu, netralitas dari Facebook dan Twitter dipertanyakan oleh masyarakat. Memutuskan iklan apa yang bisa diterima merupakan bagian dari proses memastikan sebuah platform tetap netral. Ironisnya, Twitter, yang berusaha untuk menjadi netral, kini justru dituduh memihak salah satu pihak.


(MMI)

Menjajal Kemampuan Ponsel 2 Kamera Depan Oppo F3
Review Smartphone

Menjajal Kemampuan Ponsel 2 Kamera Depan Oppo F3

4 days Ago

Sama seperti ponsel Oppo sebelumnya, F3 mengunggulkan kamera depan. Ponsel ini dilengkapi denga…

BERITA LAINNYA
Video /