Aplikasi Uber di Indonesia Akhirnya Tamat

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 09 Apr 2018 14:53 WIB
uber
Aplikasi Uber di Indonesia Akhirnya Tamat
Pengemudi ojek online Uber melakukan pendaftaran verifikasi dokumen ke Grabbike di GOR Bendungan Hilir, Jakarta, pada Jumat, 6 April 2018. (Kautsar Widya Prabowo/MEDCOM.ID)

Jakarta: Uber resmi tidak beroperasi lagi di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Hal ini sesuai pernyataan via email yang diterima pengguna aplikasi Uber ,bahwa tanggal 8 April 2018 merupakan hari terakhir layanan mereka.

Bagaimana dengan nasib aplikasi Uber yang masih terpasang di smartphone? Sebagian dari kami masih ada yang belum menghapus aplikasi tersebut. Kami melakukan uji coba dengan memesan layanan Uber.

Seperti sebelumnya, kami diminta terlebih dahulu memasukkan titik penjemputan dan tujuan. Namun, ketika kami telah memasukkan titik tujuan maka di bagian bawah layar aplikasi langsung muncul keterangan bahwa layanan Uber tidak tersedia di area kami.



Lewat uji coba yang dilakukan pada lokasi berbeda, Medcom.id menemukan bahwa hal tersebut memang berlaku bagi semua pengguna aplikasi. Di media sosial juga ada beberapa netizen yang mengunggah informasi bahwa hal serupa juga di alami.

Medcom.id kemudian menghapus aplikasi tersebut dari smartphone dan mencoba mengunduhnya kembali via Google Play Store. Rupanya Uber masih bisa ditemukan di Play Store, bahkan saat melakukan registrasi, kami masih bisa menerima kode verifikasi nomor ponsel yang digunakan.





Kami masih penasaran, akhirnya kami mencoba untuk berkunjung ke akun Twitter Uber Indonesia. Akun tersebut rupanya masih ada dan pada bagian tweet & replies terlihat bahwa akun tersebut masih sempat membalas cuitan ke akunnya pada tanggal 26 Maret 2018.



Meskipun telah berhenti beroperasi tampaknya Uber Indonesia belum menonaktifkan secara resmi atau menghapus seluruh aplikasi maupun akun media sosial miliknya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.