Apple Dituntut Akibat Pengawas Detak Jantung Apple Watch

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 09 Apr 2018 12:41 WIB
apple
Apple Dituntut Akibat Pengawas Detak Jantung Apple Watch
Startup bernama Omni MedSci menuntut Apple terkait dengan pelanggaran paten pengawas detak jantung pada Apple Watch.

Jakarta: Apple mendapatkan tuntutan hukum oleh startup berbasis Michigan Amerika Serikat, terkait fitur pengawas detak jantung di Apple Watch.

Perusahaan bernama Omni MedSci mengklaim bahwa Apple secara sengaja melanggar patennya terkait dengan teknologi detak jantung yang mendukung Apple Watch.

Perusahaan yang terfokus pada laser inframerah jarak dekat ini mengklaim bahwa keduanya berdiskusi selama dua tahun, antara tahun 2014 hingga 2016, bersamaan dengan proses pengembangan generasi pertama dan Series 1 dan  2 model Apple Watch.

Selama proses tersebut, kedua perusahaan disebut telah bekerja sama dengan tujuan kerja sama saling menguntungkan, namun Apple memilih untuk tidak menyepakati kesepakatan.

Setelah diskusi berakhir, perusahaan asal Michigan ini mengklaim Apple memperkenalkan teknologu yang dibuat dengan menggunakan tiga paten miliknya.

Karenanya, Omni MedSci kini menuntut ganti rugi dari raksasa teknologi berbasis di Silicon Valley tersebut, dan juga berharap mendapatkan keputusan terkait dengan produk karyanya.

Menariknya, Omni MedSci diindikasikan akan mengalami pertarungan sengit jika berharap untuk memenangkan tuntutan tersebut.

Tuntutan hukum baru ini telah didaftarkan di Eastern District of Texas, area yang memiliki reputasi dalam memperjuangkan klaim paten dengan sangat serius.

Selain itu, Omni MedSci merupakan perusahaan yang dimiliki Mohammed Islam, pendiri enam perusahaan dan pemilik lebih dari 150 paten.

Apple belum memberikan pernyataan resmi terkait dengan kasus ini, namun hingga putusan akhir disepakati, Apple diperkirakan akan menjalankan bisnisnya seperti biasa. Apple saat ini tengah terfokus dalam pengembangan generasi selanjutnya dari Apple Watch.

Sementara itu, Series 4 perangkat wearable ini dikabarkan akan dibekali layar berukuran lebih besar dan sensor kesehatan baru lebih baik, salah satunya diperkirakan sebagai alat pengawas detak jantung baru.

Sebelumnya, beredar gambar konsep iPhone berlekuk karya desainer Martin Hajek, dibuat berdasarkan rumor layar microLED yang dikembangkan Apple.


(MMI)

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng
Review Smartphone

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng

2 hours Ago

Menjual daya tahan baterai yang awet dengan kebutuhan mobile gaming adalah perpaduan yang pas.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.