Performa MacBook Pro Core i9 Turun, Kenapa?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 19 Jul 2018 17:55 WIB
applemacbook
Performa MacBook Pro Core i9 Turun, Kenapa?
MacBook Pro tahun lalu menggunakan Core i7. (Wikimedia Commons)

Jakarta: MacBook Pro 15 inci terbaru dari Apple menawarkan Intel Core i9 sebagai CPU. Menariknya, laptop tersebut memiliki performa yang lebih rendah dari MacBook tahun lalu yang menggunakan Intel Core i7, meskipun Core i9 memiliki dua core lebih banyak dari Core i7. 

Alasannya adalah karena desain MacBook Pro terlalu tipis sehingga ia tidak bisa mengakomodasi panas yang dihasilkan oleh CPU premium tersebut. Menurut Extreme Tech, masalah ini adalah masalah yang biasa ditemui dalam industri laptop. 

Biasanya, para manufaktur laptop dengan senang hati akan memasang CPU dan GPU terbaru pada laptop mereka. Sayangnya, biasanya mereka tidak mempertimbangkan apakah laptop dapat memberikan sistem pendingin yang cukup baik sehingga prosesor laptop dapat bekerja dengan maksimal.

Akibatnya, meskipun sebuah laptop memiliki spesifikasi tinggi, terkadang performa yang diberikan tidak maksimal karena laptop menurunkan performa untuk menghindari kerusakan akibat panas berlebih. 

Para enthusiast biasanya disebutkan akan membeli laptop dengan hardware terbaru dan tercanggih yang ada. Itu membuat para manufaktur berpikir bahwa jika mereka tidak memberikan spesifikasi tertinggi, maka penjualan laptop mereka akan turun.

Ini mendorong mereka untuk memasang komponen terbaik yang ada di pasar, meski komponen dengan tingkat yang lebih rendah justru bisa memberikan performa yang lebih baik dengan lebih konsisten. 

Seorang YouTuber bernama David Lee kemudian membuat video untuk menunjukkan bagaimana performa MacBook Pro Core i9 masih kalah jika dibandingkan dengan MacBook Pro Core i7 dari tahun lalu.

Lee membandingkan performa kedua laptop -- dan juga Gigabyte Aero 15X -- berdasarkan waktu render menggunakan Premiere Pro. 



Meskipun MacBook Pro seharusnya tidak disandingkan dengan Aero 15X, dari grafik di atas Anda bisa melihat bahwa waktu render MacBook Pro baru justru lebih lama daripada MacBook Pro tahun lalu.

Dari pengujian yang dilakukan Lee, terlihat bahwa meski Core i9 pada MacBook Pro terbaru disebutkan dapat mencapai base clock speed 2,9GHz, tapi ia hanya dapat bekerja pada clock speed 2,2GHz. 

Ketika Lee memasukkan laptop ke dalam freezer, waktu render berkurang menjadi 27 menit 18 detik, kurang lebih 31 persen lebih cepat. Ini sesuai dengan clock speed minimal dari Core i9. 

Anda bisa menonton video perbandingan antara kedua MacBook Pro pada video di bawah ini. 




(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.