Pemerintah Iran Perintahkan Operator Blokir Telegram

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 01 May 2018 16:20 WIB
irantelegram
Pemerintah Iran Perintahkan Operator Blokir Telegram
aplikasi Telegram.

Jakarta: Setelah di awal bulan ini pemerintah Iran menganjurkan segenap jajaran pemerintahan dan badan penting lainnya berhenti menggunakan aplikasi Telegram kini dikabarkan pemerintah setempat juga sudah memberikan instruksi ke operator telekomunikasi.

Dikutip dari berbagai sumber, kantor berita resmi pemerintah Iran Islamic Republic News Agency mengabarkan operator telekomunikasi di Iran sudah mendapat peintah memblokir akses aplikasi Telegram. 

Akses aplikasi Telegram melalui layanan virtual private network atau VPN juga kabarnya akan ditutup, sehingga akses Telegram di smartphone maupun desktop tidak bisa lagi digunakan. Dilaporkan CNET, pemerintah Iran sepakat mengklaim bahwa aplikasi Telegram menimbulkan keresahan di masyarakat dan memicu terjadinya gerakan anti pemerintah.

Meskipun begitu, pemblokiran ini sebetulnya menerima banyak protes dari masyarakat Iran. Selain karena Telegram digunakan oleh 40 juta orang atau setengah dari total populasi negara tersebut, layanan ini digunakan juga untuk berbagi informasi mengenai permasalahan pemerintahan yang ditutupi dari masyarakat Iran.

Oleh karena Telegram menyediakan sistem enkripsi yang sulit dibobol oleh pemerintah, maka layanan ini dimanfaatkan oleh masyarakat Iran untuk menghimpun gerakan memprotes pemerintahan.

Pada bulan Desember dan Januari lalu, sempat terjadi kerusahan memprotes pemerintah yang menewaskan puluhan orang dan diketahui dikoordinasi lewat layanan Telegram sehingga pemerintah Iran sempat memblokir sementara layanan Telegram.

Apabila kebijakan ini telah dilakukan pemerintahan Iran hingga 100 persen, Telegram akan menyusul aplikasi lain yang juga diblokir di Iran, seperti Facebook dan Twitter. Iran menyusul Rusia yang juga kini mendulang protes karena keputusannya untuk memblokir Telegram.

Di Indonesia, Telegram juga sempat diblokir ,tetapi dibuka kembali setelah CEO Telegram Pavel Durov datang langsung ke Indonesia. Hal yang sama juga hampir dilakukan oleh pemerintah Afghanistan namun urung dilakukan karena mendapat banyak protes.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.