Abaikan Kremlin, Apple Dukung Telegram

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 04 Jun 2018 11:13 WIB
apple
Abaikan Kremlin, Apple Dukung Telegram
Founder Telegram Pavel Durov berterima kasih kepada Apple dan Tom Cook terkait izin pengguliran update.

Jakarta: Rusia telah membujuk Apple menghapus aplikasi pesan Telegram dari App Store. Satu hari setelah founder Telegram Pavel Durov mengajukan protes akibat Apple gagal melakukan update secara global, Apple kemudian mengizinkan update tersebut.

Durov mengunggah tweet via akun Twitternya, berterima kasih kepada Apple dan CEO Tim Cook karena memungkinkan Telegram menyediakan versi terbaru dari aplikasi pesan instan kepada jutaan penggunanya. 

Pemerintah Rusia menyebut bahwa Telegram tidak membantu proses penyadapan pesan Kremlin yang dikirimkan via platform tersebut. Selain tidak memenuhi permintaan Rusia menghapus Telegram dari App Store, Apple juga tidak tergesa-gesa menyetujui update yang telah memasuki tahap review sejak bulan April lalu.

Hal ini mendorong Durov memercayai bahwa Apple tengah berpihak pada sisi pemerintah Moskow dalam perseteruan antara keduanya. Federal Security Service (FSB) Rusia menuntut Telegram menyerahkan kunci enkripsi, yang segera ditolak oleh perusahaan layanan pesan instan tersebut.

FSB menginginkan kunci enkripsi tersebut untuk membantunya menyadap percakapan antara individual dan grup tertentu. Awal tahun ini, badan federal di Rusia yang bertanggung jawab terhadap proses sensor komunikasi, Roskomnadzor, memenangkan persetujuan pengadilan untuk memblokir Telegram.

Agensi ini kemudian mengirimkan surat untuk Apple dan Google, menuntut aplikasi dihapus dari App Store dan Google Play Store. Surat kedua dikirimkan kepada Apple pada bulan lalu, mengulangi tuntutan untuk menghapus Telegram dari App Store, dan juga meminta Apple memblokir notifikasi yang dikirimkan Telegram kepada pengguna di Rusia.

Roskomnadzor memberikan Apple waktu selama satu bulan untuk memenuhi tuntutannya. Jika Apple gagal memenuhi tuntutan tersebut, agensi ini menyebut Apple akan memblokir seluruh distribusi App Store di Rusia. Sebagai informasi, Apple memiliki riwayat serupa dengan pemerintah di negara asing lainnya.

Pada kuartal lalu, Apple menghapus aplikasi VPN dari App Store di Tiongkok setelah mendapatkan permintaan dari pemerintah Beijing. Bulan lalu, Apple mulai mempersiapkan pengembang aplikasi untuk menggunakan CallKit guna melakukan perubahan setelah Kementerian Industri dan Teknologi Tiongkok meminta CallKit dinonaktifkan di seluruh aplikasi yang tersedia di App Store Tiongkok.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.