Angkatan Udara AS Percayakan SpaceX untuk Kirim Satelit Militer

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 25 Jun 2018 11:09 WIB
antariksaSpaceX
Angkatan Udara AS Percayakan SpaceX untuk Kirim Satelit Militer
Peluncuran Falcon Heavy pada Februari. (AFP PHOTO / JIM WATSON)

Jakarta: SpaceX memenangkan kontrak senilai USD130 juta (Rp1,8 triliun) untuk mengirimkan satelit rahasia Angkata Udara Amerika Serikat ke luar angkasa menggunakan roket Falcon Heavy. Satelit yang dikenal dengan nama AFSPC-52 ini dijadwalkan akan diluncurkan pada 2020. 

SpaceX berhasil mengalahkan United Launch Alliance, perusahaan joint venture antara Boeing dan Lockheed Martin, yang menawarkan untuk menggunakan roket Delta 4 mereka untuk mengirimkan satelit militer tersebut ke luar angkasa. 

Salah satu alasan perusahaan-perusahaan diadu untuk bersaing mendapatkan kontrak dari pemerintah AS adalah untuk menekan biaya.

Missile System Center Commander, Letnan Jenderal Air Force Space, John Thompson berkata bahwa SpaceX memenangkan kontrak karena mereka bisa memastikan pemerintah memiliki akses ke luar angkasa dengan harga yang terjangkau, lapor The Verge. 

Rata-rata biaya pengiriman untuk Delta 4 mencapai USD350 juta (Rp5 triliun), menurut SpaceNews. Sementara roket pengangkut beban berat dari NASA belum dibuat.

Dengan memberikan kontrak ini pada SpaceX, Angkatan Udara AS menunjukkan kepercayaan mereka pada roket SpaceX yang baru diluncurkan satu kali. Falcon Heavy pertama kali diluncurkan pada Februari.

Meskipun salah satu booster dari roket itu gagal mendarat, proses peluncuran berjalan lancar. 

"SpaceX bangga dengan keputusan Angkatan Udara untuk menggunakan Falcon Heavy untuk meluncurkan AFSPC-52," kata President dan COO SpaceX, Gwynne Shotwell dalam sebuah pernyataan resmi.

"Saya ingin berterima kasih pada Angkatan Udara atas kepercayaannya pada Falcon Heavy, memberikan misi penting ini pada kami dan untuk kepercayaan mereka pada perusahaan kami."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.