Tiongkok Minta Apple Hapus Aplikasi CallKit Aktif

Lufthi Anggraeni    •    Minggu, 20 May 2018 10:12 WIB
apple
Tiongkok Minta Apple Hapus Aplikasi CallKit Aktif
Apple diminta untuk menghapus aplikasi di App Store dengan dukungan CallKit aktif oleh pemerintah Beijing.

Jakarta: Bulan Juli lalu, Apple mematuhi pemerintah Tiongkok dan menghapus aplikasi VPN dari App Store di negara tersebut. Kini, pemerintah Beijing meminta Apple menghapus aplikasi yang menggunakan framework CallKit karyanya.

CallKit memungkinkan pengembang untuk menggunakan antarmuka panggilan Apple pada aplikasi mereka.

Antarmuka serupa lain juga tersedia, namun CallKit menyediakan kesan lebih alami untuk aplikasi pihak ketiga. Hal ini memicu keberatan pemerintah Tiongkok terkait penggunaan VoIP oleh pengembang yang memanfaatkan CallKit.

Tahun lalu, Apple harus menghapus aplikasi Skype dari App Store di Tiongkok untuk alasan yang sama. Kala itu, sejumlah badan hukum Amerika Serikat mengutarakan kekhawatirannya akibat keputusan Apple untuk memenuhi permintaan Tiongkok yang mereka nilai terlalu cepat.

Apple baru-baru ini mengirimkan memo kepada pengembang yang memiliki aplikasi di App Store yang dapat terpengaruh oleh permintaan pemerintah Tiongkok.

Memo tersebut mencatat bahwa Kementerian Industri dan Teknologi Tiongkok meminta CallKit dinonaktifkan di seluruh aplikasi yang tersedia di App Store negaranya.

Karena aplikasi tersebut tidak diizinkan pemerintah Tiongkok menggunakan CallKit dalam kondisi aktif, Apple menyarankan pengembang untuk melakukan perubahan dan mendaftarkan kembali aplikasi mereka untuk mendapatkan persetujuan.

Sayangnya, Apple disebut harus menuruti pemerintah Tiongkok agar dapat beroperasi di negara berjuluk tirai bambu tersebut.

Hubungan antara Amerika Serikat dan Tiongkok tengah dalam kondisi kurang baik saat ini, berkat persaingan di ranah perdagangan, dan tindakan Tiongkok kepada Apple disebut dampak dari kondisi ini.

Sebagai pengingat, Apple memperkenalkan CallKit pada ajang WWDC yang diselenggarakannya pada tahun 2016 lalu.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.