Tak Konsisten Pantau Ujaran Kebencian, Facebook Minta Maaf

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 30 Dec 2017 17:15 WIB
media sosialfacebook
Tak Konsisten Pantau Ujaran Kebencian, Facebook Minta Maaf
Facebook meminta maaf karena ketidakkonsistenan pada sistem pengawasan konten.

Jakarta: Facebook sering mendapatkan kritik terkait algoritma yang mereka gunakan untuk mengatasi konten yang dilarang oleh peraturan mereka. Namun, laporan investigasi baru menunjukkan bahwa tim pengawas konten di Facebook juga masih jauh dari sempurna. 

Dalam sebuah studi atas 900 unggahan Facebook, ProPublica melaporkan bahwa tim pengawas konten Facebook tidak konsisten saat menghapus unggahan yang mengandung ujaran kebencian. Sebagian konten yang mengandung hate speech memang dihapus, tapi sebagian yang lain tidak, lapor Digital Trends.

Facebook meminta maaf. Meskipun begitu, mereka menyebutkan bahwa pada 22 dari 49 post yang dilaporkan oleh ProPublica, kesalahan ada pada reviewer. Media sosial itu juga membela diri terkait 19 post, sementara 8 lainnya tidak dihitung karena reviewer memberikan tanda yang salah, dihapus oleh penggungah atau kurangnya informasi.

Studi ini mengumpulkan data dari masyarakat, dengan para pengguna Facebook membagikan post dengan organisasi itu. 

Vice President of Global Operations and Media Partnership, Facebook, Justin Osofsky mengatakan bahwa Facebook akan menambah anggota tim pengawas konten menjadi 20 ribu orang tahun depan.

"Kami minta maaf atas kesalahan yang kami buat -- kesalahan itu bukanlah cerminan dari komunitas yang ingin kami buat," kata Osofsky sebagai jawaban dari laporan ProPublica. "Kami harus memperbaiki diri." ProPublica menjelaskan, Facebook tidak konsisten dalam usaha mereka untuk menghapus konten terkait ujaran kebencian.

Mereka memberikan contoh dua pernyataan yang pada dasarnya sama-sama berharap sekelompok orang mati, tapi hanya satu post yang dihapus meski keduanya telah dilaporkan pengguna. Post kedua kemudian dihapus setelah penyelidikan oleh ProPublica. 

"Berdasarkan sebagian kecil unggahan Facebook ini, terlihat bahwa pengawas konten terkadang mengambil keputusan yang berbeda terkait konten serupa dan tidak selalu mematuhi persyaratan yang dibuat oleh Facebook," tulis ProPublica.

"Meskipun mereka mengikuti aturan Facebook, post rasis atau seksis mungkin tetap tidak dihapus karena dianggap tidak cukup parah menurut definisi Facebook."

Sebaliknya, studi ini juga menemukan post yang dihapus walau seharusnya tidak dihapus. Misalnya, gambar yang mengandung lambang swastika, tapi di bawah gambar tersebut terdapat pesan, meminta para audiens untuk melawan grup kebencian. 


(MMI)

Advan i6, Menjanjikan di Harga Rp1,5 Juta
Review Smartphone

Advan i6, Menjanjikan di Harga Rp1,5 Juta

2 days Ago

Advan i6 menawarkan performa cukup baik untuk perangkat di kelas harga terjangkau, yaitu Rp1,5 …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.