Android Oreo Go, OS Spesial Google untuk Ponsel Murah

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 05 Dec 2017 16:52 WIB
androidgoogle
Android Oreo Go, OS Spesial Google untuk Ponsel Murah
Android 8.0 Oreo menjadi sistem operasi terbaru buatan Google.

Jakarta: Sistem terbaru buatan Google, Android 8.0 Oreo memang baru dirilis untuk smartphone flagship tapi Google. Rencana lain mereka adalah memasang OS ini di lebih banyak smartphone segmen entry-level.

Seperti yang diketahui bahwa smartphone segmen entry-level memiliki spesifikasi yang bisa dibilang tidak begitu sangar, sehingga memiliki banyak batasan untuk mencicipi inovasi teknologi terbaru.

Dengan alasan tersebut Google hari ini resmi merilis Android Oreo Go, versi ringan Android Oreo, seperti yang dilaporkan oleh Tech Crunch.

Rencana tersebut sebetulnya sudah diungkapkan oleh Google dalam ajang developer Goolge I/O bulan Mei lalu di Amerika Serikat. Dalam acara Google for India hari ini, mereka meresmikan Android Oreo Go dirilis pertama kali di India.

Dikabarkan keputusan tersebut karena melihat jumlah pengguna sistem operasi Android di India jauh lebih banyak Amerika Serikat, meskipun tidak disebutkan jumlah pastinya. Diketahui ada lebih dari 2 miliar pengguna aktif perangkat Android dan menjadi sistem operasi paling banyak digunakan di dunia.

Sebagai versi ringan dari Android Oreo, Android Oreo Go membawa sistem operasi dan aplikasi terbaru Google yang lebih ringan dalam hal konsumsi RAM dan kapasitas memori. Disebutkan perangkat dengan RAM 1GB dan memori 512MB sudah bisa mencicipi Android Oreo Go.

Lantas, apa perbedaan Android One dan Android Go? Jika Android One dikontrol langsung oleh Google dalam implementasinya bekerjasama dengan vendor smartphone. Android Go justru disediakan untuk dimodifikasi oleh vendor smartphone

Kedua langkah ini diprediksi mampu mendorong pertumbuhan perangkat Android aktif di tahun 2018 meningkat pesat. Vendor smartphone kembali berani merilis smartphone entry-level lebih luas lagi, dan tidak takut tersingkir dari persaingan karena tren flagship.


(MMI)

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT
Review Game

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT

1 day Ago

Dissida Final Fantasy NT merupakan game sekaligus fan service bagi penggemar dan pengikut setia…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.