Mengerikan, Kecerdasan Buatan Sulap Drone Jadi Mesin Pembunuh

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 14 Nov 2017 10:39 WIB
teknologidrone
Mengerikan, Kecerdasan Buatan Sulap Drone Jadi Mesin Pembunuh
Adegan dalam film pendek 'Slaughterbots' yang memperlihatkan drone yang sudah dipersenjatai dan diperintah secara otonom untuk menyerang warga sipil.

Metrotvnews.com: Teknologi AI (artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan dianggap bisa membantu manusia. Apabila teknologi ini disalahgunakan, bukan tidak mungkin sebuah teknologi bisa membahayakan nyawa manusia.

Hal ini yang ingin disampaikan oleh sebuah organisasi The Future of Life Institute dalam pertemuan PBB di Jenewa, Swiss, yang akan membahas tentang penggunaan senjata.

Dilaporkan oleh Gizmodo, organisasi tersebut University of California membuat film sci-fi yang menggambarkan bahaya penyalahgunaan teknologi AI yang bisa membahayakan manusia.

Lewat film pendek berjudul Slaughterbots, digambarkan kekacauan di Amerika Serikat yang disebabkan oleh penggunaan teknologi AI pada sebuah drone yang dipersenjatai.

Akibatnya ketika teknologi tersebut jatuh ke pihak jahat maka banyak sekali korban yang berjatuhan, mulai dari pihak keamanan, politisi, bahkan hingga korban sipil.

Organisasi The Future of Life Institute bersama University of California sebenarnya ingin mengkampanyekan regulasi yang melarang penggunaan teknologi AI pada senjata alias penciptaan mesin pembunuh otonom. Alasannya seperti yang digambarkan pada film tadi, berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah.



"Saya berpatisipasi dalam pembuatan film ini karena isunya jelas. Ketika pemerintah dan pihak militer masih memperdebatkan apakah mesin dapat memiliki kemampuan berpikir layaknya manusia secara otonom, tanpa sadar teknologi tersebut juga bisa menciptakan senjata pemusnah mahal yang lebih maju," tutur  Peneliti AI di University of California, Stuart Russel.

Russel mengakui memang benar bahwa AI bisa membantu kehidupan manusia namun ketika mesin pembunuh diberikan kemampuan tersebut maka keamanan dan kebebasan manusia bisa terancam.

The Future of Life Institute dalam pernyataan yang dibagikan menjelaskan, skenario dalam film ini jauh lebih real ketimbang konsep robot otonom yang diperagakan dalam film Terminator. Penggunaan drone sebagai mesin pembunuh otonom atau yang bisa dikendalikan jauh lebih mudah, murah, dan efektif ketimbang robot humanoid seperti Terminator.

Pada kenyataannya penggunaan drone untuk misi militer bukan hal baru, seperti drone yang dipergunakan untuk menyerang kelompok teroris ISIS. Beberapa dokumentasi juga membuktikan bahwa pihak ISIS juga mampu menggunakan drone biasa untuk menjatuhkan bom pada target tertentu.


(MMI)

Vivo V7+, Layar Luas Manjakan Pecinta Selfie
Review Smartphone

Vivo V7+, Layar Luas Manjakan Pecinta Selfie

10 hours Ago

Vivo V7 Plus kembali mengunggulkan kemampuan kamera depan, yang diklaim mampu memanjakan penggu…

BERITA LAINNYA
Video /