Ingin Perusahaan Lebih Sehat, Twitter Minta Publik Nilai Layanannya

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 02 Mar 2018 16:20 WIB
twitter
Ingin Perusahaan Lebih Sehat, Twitter Minta Publik Nilai Layanannya
Twitter meminta bantuan masyarakat mengukur kesehatan platform dan membina percakapan sehat.

Jakarta: Twitter, serupa perusahaan teknologi besar lain, menghadapi sejumlah kritik terkait pengguliran informasi salah, bot, dan pelayanan yang dinilai pengguna kurang menyenangkan. Kini, Twitter mengaku tidak mampu menyelesaikan permasalahannya sendiri dan meminta bantuan.

Twitter meminta bantuan dari ahli pihak ketiga untuk mengukur kesehatan perusahaannya. Selain itu, Twitter juga dilaporkan mencari proposal guna menentukan cara perusahaan membina debat, percakapan, dan pemikiran kritis sehat, alih-alih konten kekerasan, tidak bermanfaat dan manipulasi pada layanannya.

CEO Twitter Jack Dorsey mengakui pada rangkaian tweet bahwa perusahaannya tidak selalu dapat memenuhi harapan pengguna. Dorsey mengaku tidak bangga terkait cara masyarakat memanfaatkan layanannya, atau ketidakmampuan Twitter untuk mengatasi hal tersebut dengan cepat.

Dorsey juga menjelaskan bahwa perusahaan yang dipimpinnya telah terfokus untuk melaksanakan persyaratan layanannya. Namun, saat ini Dorsey menyebut Twitter membutuhkan kerangka kerja yang sistematik.

 
"Kami berkomitmen untuk membantu meningkatkan kesehatan, keterbukaan, dan kesopanan dalam percakapan publik di seluruh dunia, dan turut bertanggung jawab terkait prosesnya. Dengan mengukur kontribusi ke kesehatan percakapan publik secara keseluruhan, kami percaya pendekatan ini dapat dilakukan secara holistik dan pengukuran dampaknya terhadap dunia dalam tahun-tahun mendatang."

Namun, Twitter menyebut tidak memiliki jawaban dari seluruh permasalahan tersebut dan mengaku tidak dapat mencari dan menyelesaikan permasalahan sendiri. Twitter mengaku mengetahui bahwa hasil penilaian ini akan lebih kuat saat didiskusikan dengan ahli dari seluruh dunia.

Twitter menerima proposal untuk proyek ini hingga 13 April, dan proposal terpilih akan bekerja sama dengan Twitter dan menerima pendanaan untuk proyek mereka. Twitter juga mengungkap rencananya untuk mengumumkan proyek pertama di bulan Juli mendatang.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.