Terus Tumbuh, E-Commerce Indonesia Punya Banyak Tantangan

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 30 Jan 2018 14:27 WIB
e-commerce
Terus Tumbuh, E-Commerce Indonesia Punya Banyak Tantangan
e-Commerce masih menghadapi sejumlah tantangan terkait akses internet dan lainnya.

Jakarta: Ranah e-commerce menjadi salah satu industri yang tengah diincar pelaku bisnis dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Bahkan ranah e-commerce Indonesia dinilai sebagai salah satu industri dengan pertumbuhan signifikan tahun lalu.

Meski demikian, ranah e-commerce terutama di Indonesia, masih belum bebas dari tantangan sebagai pekerjaan rumah yang perlu ditangani oleh berbagai pihak terkait. iPrice mengumumkan sebanyak empat tantangan yang dihadapi e-commerce di Asia Tenggara.

"E-commerce di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, memang tengah mengalami pertumbuhan yang signifikan. Namun, bukan berarti ranah ini tidak memiliki tantangan, salah satunya terkait akses internet dan pengalaman belanja online," ujar Senior Content Marketer iPrice Group Andrew Prasatya.

Tidak hanya akses internet terbatas yang turut berpengaruh pada pengalaman belanja online, iPrice juga menyebut saat ini, e-commerce di Asia Tenggara termasuk Indonesia, juga menghadapi tantangan dalam hal kecepatan internet, topografi yang menyulitkan soal distribusi dan logistik, serta masih rendahnya masyarakat pengguna layanan bank di Indonesia.

Untuk masalah akses internet, survei iPrice mencatat hanya sebanyak 81 juta masyarakat Indonesia, atau sekitar 31 persen, merupakan pengguna internet aktif.

Selain masih sedikitnya pengguna internet, e-commerce juga dinilai harus bekerja keras untuk meningkatkan pertumbuhan mereka, akibat kecepatan internet di Indonesia yang tergolong lambat.

Saat ini kecepatan internet rata-rata di Indonesia mencapai 5,19Mbps, dan menduduki peringkat 75 di seluruh dunia. Kecepatan internet yang rendah, juga dinilai Andrew akan meningkatkan tingkat bounce rate di situs e-commerce akibat sebagian besar konsumen merasa tidak sabar menanti proses pemuatan situs selesai.

Sementara itu, struktur topografi Indonesia yang berkepulauan turut mempersulit e-Commerce dalam melakukan proses pendistribusian, mengakibatkan waktu pengiriman menjadi lambat.

Sebagian e-commerce mencoba menangani permasalahan ini dengan mendirikan hub, meski berarti meningkatkan jumlah investasi yang perlu mereka keluarkan.

Tantangan lain adalah jumlah pemilik dan pengguna layanan bank di Indonesia, yang menurut data tahun 2014 baru mencapai36 persen dari total populasi. Pemerintah Indonesia juga menargetkan jumlah tersebut meningkat mencapai 75 persen pada tahun 2019.

Sampai saat itu tiba, e-commerce harus lebih kreatif dalam menghadirkan pilihan metode pembayaran yang sesuai dan diminati masyarakat.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.