Apple tak Bakal Akuisisi Snap

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 09 Mar 2018 09:19 WIB
applesnapchat
Apple tak Bakal Akuisisi Snap
Sejumlah analis menyebut rumor Apple mengakuisisi Snap Inc. tidak akan terjadi.

Jakarta: Sejumlah media seperti Wall Street Journal dan Vanity Fair membahas rumor yang menyebut Apple berencana mengakuisisi Snap Inc., induk perusahaan jejaring sosial berbasis video, Snapchat.

Mengakuisisi Snap Inc. dinilai sejumlah ahli akan memberikan Apple akses ke layanan pesan pada aplikasi Snapchat, meski pembaruan desain pada antarmuka pengguna Snapchat menyebabkan banyak pengguna menandatangani petisi tuntutan pengembalian desain sebelumnya.

Meskipun demikian, kontroversi tersebut dinilai akan menyebabkan Apple melihat Snapchat sebagai cara untuk terlibat dalam ranah teknologi pesan sosial.

Selain itu, sebelumnya beredar informasi yang menyebut bahwa baik CEO Apple yaitu Tim Cook dan CEO Snap Evan Spiegel meyakini masa depan terletak pada teknologi AR.

Snap Inc. saat ini memiliki valuasi sebesar USD22 miliar (Rp314,2 triliun), dan diperkirakan bertambah mengingat Apple memiliki kemampuan untuk mengakuisisinya dengan harga tinggi. Valuasi Snap Inc. ini juga dinilai terjangkau jika dibandingkan dana yang dimiliki Apple, dilaporkan mencapai USD300 miliar (Rp4.285,7 triliun).

Namun, sejumlah pihak mempertanyakan terkait rencana Apple membeli Snap Inc. ini memungkinkan Apple memiliki kemampuan mengembangkan hal yang tidak dapat dilakukannya sendiri, dan dengan biaya lebih terjangkau.

Sebagian besar analis masih meragukan Apple akan menjalankan keputusannya untuk mengakuisisi Snap. Sebelumnya, akuisisi terbesar yang pernah dilakukan Apple adalah saat membeli Beats pada tahun 2014 seharga USD3 miliar.

Keraguan sejumlah analis tersebut juga didukung oleh pernyataan dari mantan manajer pendanaan terbatas Jim Cramer, yang menyebut akusisi antara dua nama besar di ranah teknologi tersebut tidak akan terjadi.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.