Baru 0,5% Perangkat Android Adopsi Oreo

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 13 Dec 2017 10:57 WIB
androidgoogle
Baru 0,5% Perangkat Android Adopsi Oreo
Jumlah pengguna Android Oreo belum capai 1 persen.

Jakarta: Ada miliaran perangkat berbasis Android, tapi hanya ada kurang dari 1 persen dari total perangkat tersebut yang sudah menggunakan Android versi terbaru, Oreo.

Google baru saja merilis angka distribusi platform buatannya. Oreo telah digunakan pada 0,5 persen perangkat Android di dunia, sementara tingkat adaptasi Android 8.1 bahkan belum mencapai 0,1 persen. 

Saat ini, Android 7.0 dan 7.1 yang dikenal dengan nama Nougat digunakan di 23,3 persen dari total perangkat Android, sementara Marshmallow, yang digunakan oleh 29,7 persen perangkat Android, masih menjadi versi Android yang paling banyak digunakan. 

Marshmallow diluncurkan oleh Google dua tahun lalu. Perangkat yang menggunakan Marshmallow tidak lagi mendapatkan update keamanan, seperti yang disebutkan oleh Extreme Tech.

Lollipop, versi sebelum Marshmallow, juga memiliki lebih banyak pengguna dari Oreo, yaitu 26,3 persen dari total perangkat Android. 

Sisanya, perangkat Android masih menggunakan sistem operasi lama seperti KitKat dan Gingerbread. Ya, masih ada 0,4 persen perangkat Android yang masih menggunakan Gingerbread, versi Android yang diluncurkan 7 tahun lalu pada Nexus S. 

Alasan mengapa sistem operasi Android baru lambat diadopsi adalah karena cara versi terbaru diluncurkan.

Pertama, Google akan membuat versi terbaru dari OS buatannya dan merilis kode sumber atau source code tersebut. Para pembuat smartphone kemudian mengoptimalkan OS tersebut dengan bantuan para pembuat prosesor seperti Qualcomm dan MediaTek. 

Para pembuat perangkat cerdas itulah yang akan meluncurkan update pada pengguna. Terkadang. mereka merilis update Android dengan cepat dan terkadang mereka merilis update dengan lambat. Bahkan terkadang, mereka tidak merilis update sama sekali.

Jika Anda membeli ponsel dengan harga murah, sang pembuat biasanya enggan mengeluarkan sumber daya lebih untuk memberikan update OS. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.