Google Bakal Bangun Layanan WiFi di Indonesia

Riandanu Madi Utomo    •    Senin, 03 Oct 2016 19:09 WIB
google
Google Bakal Bangun Layanan WiFi di Indonesia
Layanan WiFi Google akan masuk Indonesia

Metrotvnews.com: Google dilaporkan akan merilis layanan Google Station di Indonesia.

Dalam layanan barunya kali ini, Google akan menyediakan layanan internet melalui WiFi berupa hotspot di berbagai tempat publik, seperti taman, cafe, universitas, hingga kawasan industri dan perkantoran.

Reuters mengatakan, layanan ini merupakan usaha Google untuk menggaet lebih banyak pengguna layanan Google dari negara berkembang.

Layanan Google Station sebenarnya baru saja dirilis di India. Layanan ini dikatakan telah hadir di 53 stasiun di India dan akan segera dikembangkan menjadi 100 titik sebelum tahun 2017 mendatang.

Menurut Vice-President proyek Next Billion Users Google, Caesar Sengupta, Google Station bertujuan untuk menghadirkan hotspot sebanyak mungkin melalui proses penggunaan yang mudah.

"Tujuannya adalah membangun hotspot sebanyak mungkin, mulai dari universitas, kafe, perkantoran, dan lokasi publik lainnya dengan proses login yang mudah," ujar Sengupta.

Usaha Googel untuk menggaet lebih banyak pengguna layanannya di seluruh dunia memang cukup gencar dilakukan. Selain telah melakukan riset menggunakan balon penyebar internet melalui Project Loon, Google juga telah membangun kabel bawah laut yang menghubungkan Amerika Serikat dengan Jepang, dan Jepang dengan Taiwan beberapa waktu yang lalu.

Sementara Google berencana membangun layanan baru di India dan akan menghadirkannya di Indonesia. Raksasa internet tersebut kini tengah bermasalah dalam urusan pajaknya di Indonesia. 

Institut Media Sosial dan Diplomasi, Komunikonten, baru-baru ini mendesak pemerintah Indonesia untuk menarik pajak dari perusahaan digital internasional seperti Google, Facebook, Yahoo dan Twitter melalui sebuah petisi daring yang diluncurkan mulai Minggu (02/10).

Desakan tersebut juga diiringi dengan petisi yang mendorong pemerintah memburu pajak Google.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.