Kominfo Ingin Lawan Kejahatan Siber via Tanda Tangan Digital

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 24 Nov 2016 17:14 WIB
kominfoteknologi
Kominfo Ingin Lawan Kejahatan Siber via Tanda Tangan Digital
Di hadapan hukum, tanda tangan digital sama dengan tanda tangan biasa.

Metrotvnews.com, Jakarta: Teknologi tidak hanya membuat hidup penggunanya jadi lebih mudah, tapi juga memunculkan ancaman baru seperti kejahatan siber.

Untuk mencegah kejahatan siber, khususnya saat dalam mengadakan transaksi online, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengajak masyarakat untuk memanfaatkan teknologi tanda tangan digital. 

"Penggunaan tanda tangan digital memberikan jaminan keamanan pada transaksi elektronik karena memiliki mekanisme otentifikasi dan verifikasi dimana setiap orang akan memiliki Personal Identification Number (PIN) yang harus dimasukkan sebelum melakukan tanda tangan digital, sehingga tidak memungkinkan pihak luar manapun memanipulasi atau menyalahgunakannya,” kata Samuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jendral Aplikasi Informatika Kemenkominfo RI.

Hal ini disampaikan oleh Samuel dalam acara pembukaan sosialisasi dan penerbitan 1000 tanda tangan digital di Ballroom Hotel Grand Serela Medan.

Samuel menjelaskan, tanda tangan digital bukanlah sekadar tanda tangan yang dipindai sehingga menjadi file digital. Ia adalah file yang berfungsi untuk mengidentifikasi seseorang atau sebuah entitas dalam internet. Ia dikeluarkan oleh CA (Certification Authority). Selain itu, CA juga bertugas untuk mengonfirmasi bahwa informasi memang datang dari penanda tangan dan ia belum diubah.

Samuel menyamakan CA seperti kantor imigrasi yang mengeluarkan passport. "Peran sebuah CA adalah untuk mengesahkan pemegang identitas sertifikat dan untuk masuk sehingga sertifikat tidak bisa dirusak," ujarnya.

Menurut Undang-Undang (UU) Informasi Transaksi Elektronik (ITE) No. 11 Tahun 2008, pasal 11 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik dalam Layanan Keuangan Digital, tanda tangan digital dapat menjadi jaminan identitas yang valid, kerahasiaan, integritas dan nirsangkal terhadap dokumen dan transaksi elektronik.

Untuk memanfaatkan teknologi Publik Key Infrastrutucture untuk menerbitkan sertifikasi digital yang dapat digunakan untuk tanda tangan digital, Kominfo mengadakan program Sistem Verifikasi Identitas Online Nasional alias Sivion.

"Proses pendaftaran, verifikasi dan penerbitan Tanda tangan digital untuk masyarakat nantinya akan difasilitasi melalui platform Sistem Verifikasi Online yang saat ini sudah bisa diakses melalui sivion.id," kata Samuel.




(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.