Twitter Sempat Blokir Akun CEO Jack Dorsey

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 23 Nov 2016 11:46 WIB
media sosialtwitter
Twitter Sempat Blokir Akun CEO Jack Dorsey
Akun Twitter milik bos Twitter sempat diblokir. (AP Photo / Richard Drew, File)

Metrotvnews.com: Akun Twitter CEO dan Co-Founder Twitter, Jack Dorsey sempat tidak bisa diakses selama beberapa waktu tadi malam.

Akun @jack milik Dorsey tampaknya diblokir sekitar pukul 9 malam Waktu Timur AS (ET) dan kembali dapat digunakan sekitar 15 menit kemudian. Tidak diketahui apa alasan pemblokiran ini.

Selama ini, Twitter memerlukan waktu lama untuk memblokir orang-orang yang menggunakan Twitter untuk menyebarkan ujaran kebencian (hate speech) atau mengganggu pengguna lain. Namun, biasanya, media sosial dengan logo burung biru ini bisa memblokir akun yang mengunggah foto atau video tidak senonoh dengan cepat.

The Verge memperkirakan, akun Dorsey sedang menjadi target peretasan. Karena itu, Twitter memblokir akun Dorsey sebelum ia digunakan untuk mengunggah post memalukan. Setelah Twitter berhasil mengambil alih kendali akun Twitter Dorsey, akun tersebut dipulihkan. 

Menurut laporan CNET, setelah akun Dorsey pulih, jumlah pengikutnya jauh berkurang. Awalnya, terdapat sekitar 4 juta orang mengikuti akun Dorsey. Setelah akun itu diblokir dan dipulihkan, pengikutnya berkurang menjadi 145 orang. 

Tahun ini adalah tahun yang sulit bagi Twitter. Pada awalnya, sempat beredar rumor yang menyebutkan bahwa ada beberapa perusahaan yang tertarik untuk membeli media sosial yang sedang kesulitan untuk menumbuhkan pengguna ini, seperti Google, Salesforce dan Disney. Namun, pada akhirnya, tidak ada yang mau membeli Twitter.

Saat mengumumkan laporan keuangannya pada akhir bulan Oktober lalu, Twitter menyebutkan bahwa keuntungan yang mereka dapat lebih baik yang diperkiran. Namun, hal ini tidak menghentikan Twitter untuk merumahkan ratusan karyawannya.

Selain itu, meski Twitter berusaha untuk tetap netral, hingga mereka menolak iklan dari Donald Trump bulan lalu, netralitas Twitter tetap dipertanyakan oleh masyarakat. CEO Salesforce bahkan menyebutkan, kemenangan Trump adalah berkat Twitter.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.