Siswa SMK di Bandung Buat Sistem Keamanan Berbasis e-KTP

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 25 Nov 2016 17:17 WIB
keamanan
Siswa SMK di Bandung Buat Sistem Keamanan Berbasis e-KTP
Siswa SMK 2 Negeri Bandung menciptakan sistem keamanan rumah memanfaatkan e-KTP sebagai kunci akses.

Metrotvnews.com, Jakarta: Keamanan menjadi salah satu hal penting bagi masyarakat, terutama terkait keamanan tempat tinggal. Kemajuan teknologi yang pesat dewasa ini dimanfaatkan dua siswa SMK Negeri 2 Bandung untuk menyuguhkan sistem keamanan khusus sebagai solusinya.

Wildan Pangestu dan Ajizah Fathonah, dua siswa kelas tiga SMK Negeri 2 Bandung menciptakan sistem keamanan yang menggunakan e-KTP sebagai kunci akses. Sistem ini dibuat dengan menggunakan sejumlah perangkat sederhana, salah satunya bernama Arduino Uno, sebagai otak dari sistem keamanan ini.

Dengan sistem keamanan ini, pengguna harus menempelkan e-KTP pada sensor yang terpasang di sebelah pintu pengguna sistem ini. Sistem akan memberikan akses dan membuka pintu kepada e-KTP yang telah terdaftar, dan memicu suara alarm jika e-KTP tidak terdaftar.

Wildan mengaku membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk mempelajari e-KTP, dan lebih dari 10 hari untuk menguji dan menyempurnakan sistem ini. Karya Wildan dan Ajizah yang mengusung nama Kunci Rumahku Pakai e-KTP ini juga berhasil menjuarai Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia SMK, pada September lalu.

Sementara itu, guru pembimbing Wildan dan Ajizah dalam proyek ini, yaitu Agus Hendrik menyebut, pemilihan e-KTP sebagai kunci disebabkan oleh penyematan chip pada kartu tanda penduduk Indonesia tersebut. Chip ini disebut memiliki mengandung 14 angka yang dapat diliat menggunakan alat sensor khusus.

"Alat ini sangat aman, dikarenakan rekaman yang kita gunakan adalah nomor, angka yang di dalam e-KTP. Jika e-KTPnya tersebut memiliki chip, maka akan muncul digit angka yang kita rekam, sebagai akses masuknya," jelas Agus Hendrik.

Selain itu, sistem keamanan ini juga dilengkapi dengan daya cadangan, ditujukan sebagai antisipasi jika listrik di rumah pengguna sistem ini terputus. Baik Wildan, Ajizah dan Agus berharap, sistem yang masih dalam pengembangan tersebut dapat segera dipatenkan, sehingga digunakan oleh masyarakat.

?


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.