Para Peneliti Pelajari Kawah Phobos untuk Lindungi Bumi

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 13 Oct 2016 22:53 WIB
antariksa
Para Peneliti Pelajari Kawah Phobos untuk Lindungi Bumi
SImulasi terciptanya kawan Stickney di Phobos. (YouTube / LLNL)

Metrotvnews.com: Model komputer satelit Mars, Phobos, memiliki peran penting untuk melindungi bumi dari asteroid, kata Lawrence Livermore National Laboratory (LLNL).

Phobos memiliki kawah besar dengan diameter lebih dari 5 mil. Model simulasi komputer yang LLNL buat di California menunjukkan apa yang menyebabkan kawah tersebut terbentuk. Riset itu merupakan bagian dari program pertahanan planet di LLNL, yang bertujuan menyelamatkan bumi dari tabrakan dengan benda luar angkasa.

"Kami telah menunjukkan bahwa kawah ini bisa terjadi tanpa menghancurkan satelit jika Anda menggunakan resolusi dan kerenikan yang tepat di simulasi 3D," kata Megan Bruck Syal, peneliti LLNL dan bagian dari tim pertahanan planet, dalam sebuah pernyataan resmi.

Menurut LLNL, benda luar angkasa yang menabrak Phobos dan menciptakan kawah yang disebut kawah Stickney, yang mungkin mengingatkan Anda pada Death Star dari Star Wars, diduga memiliki diameter 820 kaki (250 meter) dan memiliki kecepatan 13.420 mil/jam atau 21.597 km/jam. Hasil penelitian LLNL ini akan dipublikasikan di Geophysical Research Letters.

LLNL melakukan simulasi mereka menggunakan Spheral. Apa yang mereka lakukan merupakan bagian dari program pertahanan planet milik mereka. Program itu terdiri dari 2 elemen, menurut Nolan O'Brien, Public Information Officer untuk LLNL, yang merupakan bagian dari Departemen Energi Amerika Serikat.



NASA tertarik untuk memperhatikan benda luar angkasa yang dapat mengancam keselamatan bumi sementara LLNL tertarik untuk memastikan tidak ada benda luar angkasa yang akan membahayakan bumi. Misalnya dengan menabrakkan pesawat luar angkasa ke asteroid untuk mengubah jalurnya atau bahkan meledakkan nuklir di dekatnya, kata O'Brien pada FoxNews.com

Ledakan nuklir di dekat asteroid akan memanaskan satu bagiannya yang akan berfungsi layaknya mesin roket, ia akan mendorong asteroid sehingga ia tidak akan menabrak bumi.

Selain itu, LLNL juga harus mempersiapkan diri jika skenario terburuk terjadi. Jika bumi tertabrak oleh benda luar angkasa, kata O'Brien, maka tugas mereka adalah meminimalisir kerusakan yang terjadi.

Di awal tahun ini, NASA membuka divisi baru yang bertugas untuk melacak asteroid dan komet yang mendekat ke bumi. Planetary Defense Coordination Office (PDCO) merupakan bagian dari Planetary Science Division dari NASA. 

"Sesuatu yang sebesar dan secepat benda langit yang menyebabkan kawah Stickney di Phobos akan menyebabkan kerusakan yang tak terbayangkan di bumi," kata Syal dalam sebuah pernyataan.

"Jika NASA melihat asteroid yang berpotensi menghantam bumi, sangat penting kita dapat mencegah hal itu terjadi. Kita hanya memiliki satu kesempatan untuk melakukan itu dan konsekuensinya sangat besar."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.