Tinder Tanam Algoritma Khusus untuk Para Pencari Jodoh

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 14 Oct 2016 17:06 WIB
aplikasi
Tinder Tanam Algoritma Khusus untuk Para Pencari Jodoh
Tinder memperkenalkan fitur baru, bernama Smart Photor, untuk memaksimalkan potensi menemukan pasangan yang sesuai.

Metrotvnews.com: Tinder memperkenalkan algoritma yang dirancang untuk memaksimalkan potensi pengguna dalam menemukan pasangan sesuai. Algoritma yang diperkenalkan aplikasi kencan yang kembali populer ini disebut dengan nama Smart Photos.

Fitur Smart Photos ini memungkinkan pengguna kembali ke foto miliknya yang telah dilihat pengguna lain, dan mengukur respon pada foto tersebut, yang diperoleh dengan cara mengusap profil ke arah kiri untuk menolak atau ke arah kanan untuk memberi respon suka.

Melalui fitur ini, Tinder akan mengurutkan kembali foto pengguna untuk menampilkan foto yang paling banyak mendapatkan respon positif di urutan awal. Fitur ini dilaporkan berhasil meningkatkan potensi kecocokan selama proses pengujiannya, hingga 12 persen.

Foto profil, dinilai Engadget, berperan penting dalam membantu pengguna mendapatkan respon positif dari pengguna lain, yang memperbesar kesempatan dalam menemukan pasangan yang sesuai. Fitur Smart Photos ini merupakan hasil dari kompetisi hackathon internal.

Fitur ini juga dikembangkan dengan menggandeng sosiologis internal Tinder untuk menganalisa foto yang dapat membantu pengguna mendapatkan respon positif lebih banyak. Analisa ini digunakan Tinder sebagai data dasar algoritma mesin pembelajaran yang digunakan oleh fitur Smart Photos ini.

Sebelumnya, Tinder juga mengumumkan ingin menjadikan aplikasinya ramah untuk pengguna transgender.

Selain itu, perubahan lain juga dihadirkan Tinder pada batasan usia minimal penggunanya, dari 13 tahun menjadi 18 tahun.


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.