Jual Beli Mata Uang Game Jadi Celah Keamanan Siber

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 18 Oct 2016 17:21 WIB
cyber security
Jual Beli Mata Uang Game Jadi Celah Keamanan Siber
Ilustrasi. (Wikipedia)

Metrotvnews.com: Tidak ada hukum yang melarang seseorang untuk menjual mata uang dalam game atau in-game currency. Namun, tahukah Anda, dengan melakukan hal itu, secara tidak langsung, Anda membantu mendanai kegiatan para kriminal siber?

Menjual mata uang dalam game merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh para kriminal siber untuk mendapatkan uang untuk mendanai berbagai kegiatan kriminal mereka yang lain. Kegiatan itu beragam, seperti menyerang perusahaan atau bahkan server milik pengembang game itu sendiri. 

Menurut Trend Micro, untuk mendapatkan uang dari para pemain game online, para kriminal siber memanfaatkan sifat kompetitif mereka. Para pemain game online, khususnya game MMORPG, biasanya selalu bersaing untuk mendapatkan berbagai item langka dan memperkaya diri dalam game. Mereka tidak segan untuk menghabiskan sejumlah uang untuk membeli mata uang game. Hal inilah yang lalu dimanfaatkan oleh para kriminal siber.

Meskipun biasanya jual-beli mata uang dalam game dilarang oleh pihak pengembang, tapi praktek ini masih banyak ditemukan. Saat ini, situs-situs yang menyediakan mata uang dalam game bahkan semakin menjamur. Selain menjual mata uang dalam game, ada juga pihak yang menawarkan layanan untuk menangkapkan Pokemon dalam game Pokemon Go, game augmented reality yang sempat populer belakangan.

Karena itu, sebaiknya para pemain berhenti membeli mata uang dalam game. Sementara pihak perusahaan diharapkan dapat sadar bahwa para kriminal siber memiliki ladang uang untuk membiayai operasi mereka. Sehingga, sebaiknya mereka membentengi diri dengan sistem keamanan yang kuat.


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.