Divisi IT Perusahaan Indonesia Belum Sigap Transformasi Digital

Mohammad Mamduh    •    Minggu, 27 Nov 2016 15:31 WIB
vmware corporatedisrupsi digital
Divisi IT Perusahaan Indonesia Belum Sigap Transformasi Digital
Ilustrasi: Data center

Metrotvnews.com, Jakarta: VMware mengemukakan solusi untuk turut mengatasi kendala dan tantangan yang timbul yang selama ini menjadi faktor utama yang menghambat berlangsungnya inovasi digital bisnis di Indonesia, yakni desentralisasi IT dan dampaknya terhadap operasional secara keseluruhan di perusahaan.
 
Dalam riset bertajuk VMware State of the Cloud 2016, terdapat temuan bahwa divisi IT tidak cukup sigap dalam mendukung perusahaan serta berlangsungnya inovasi bisnis itu sendiri, sehingga hal ini, pada akhirnya akan mendorong terjadinya desentralisasi IT serta dilakukannya pengadopsian multi-cloud.

Hal tersebut, lebih jauh lagi, akan berakibat pada tumbuhnya kebutuhan IT untuk melakukan pengadopsian lingkungan operasi yang sudah mereka pahami untuk diterapkan di seluruh cloud perusahaan, supaya mereka dapat memitigasi seluruh risiko IT, seperti kompleksitas, ketidakefisienan, serta risiko terkait keamanan IT itu sendiri, dan yang lebih penting lagi, mampu mendukung terwujudnya inovasi dengan sukses.
 
Dalam riset yang didukung oleh VMware tersebut, disebutkan pula bahwa Indonesia saat ini tengah mengalami tingginya gelombang desentralisasi IT di perusahaan. Paling tidak, 80 persen responden menyatakan bahwa belanja IT beserta pengelolaannya tidak sedikit, yang justru melampaui kebutuhan seperti yang telah diantisipasi oleh departemen IT itu sendiri.

Hal inilah yang kemudian mendorong membengkaknya pembelanjaan untuk layanan cloud yang dilakukan oleh pihak-pihak lain di luar departemen IT perusahaan.
 
Separuh lebih responden mengindikasikan bahwa faktor utama yang mendorong dilakukannya desentrasilasi IT di perusahaan adalah kekurangsiapan IT dalam mendukung bisnis dan inovasi yang tengah gencar mereka canangkan.

Lini-lini bisnis perusahaan mendambakan adanya fleksibilitas dan kegesitan IT agar mampu mendukung mereka dalam berinovasi, dan sementara itu, lebih dari setengah dari seluruh responden sepakat bahwa desentralisasi IT justru menjadi faktor yang menyebabkan terjadinya pembengkakan biaya IT secara keseluruhan (57 persen) dan mencetuskan munculnya potensi kerentanan keamanan siber (77 persen).

Sebanyak 93 persen responden yang berasal dari Indonesia – responden terbanyak di antara negara-negara yang disurvei – juga mengindikasikan bahwa desentralisasi telah membawa tantangan tersendiri bagi departemen IT dalam mengemban tugas sesuai dengan fungsi mereka.
 
“Sebagai pasar yang begitu bergairah, dengan dorongan mobilitas yang tinggi, ditambah lagi dengan gencarnya inisiasi untuk pengembangan Smart City di berbagai kota besar, Indonesia menitikberatkan fokusnya dalam menerbitkan inisiatif-inisiatif baru yang mampu mendorong gencarnya inovasi," kata Adi Rusli, Senior Director and Country Manager, Indonesia, VMware."

"Desentralisasi IT ini justru berakibat fatal dan memunculkan masalah-masalah baru, seperti pembengkakan biaya yang besar serta masalah-masalah terkait keamanan.”
 
Adi Rusli kemudian menambahkan, peran departemen IT kian menantang dan makin kompleks di seputar pengelolaan public cloud dan private cloud merujuk pada perlunya bisnis untuk meningkatkan kemampuan IT mereka di dunia multi-cloud yang tengah gencar seperti sekarang ini.

Mereka dituntut untuk makin piawai dan memiliki kapabilitas-kapabilitas yang mampu mendukung mereka dalam mengelola dan menjamin diterapkannya keamanan aplikasi yang terdistribusi di seluruh platform cloud, baik yang terkoneksi secara multi maupun yang minim.


(MMI)

Video /