Integra Global Solusi Gelar Synology Reseller Event 2018

M Studio    •    Jumat, 02 Nov 2018 18:01 WIB
teknologi
Integra Global Solusi Gelar Synology Reseller Event 2018
PT Integra Global Solusi menggelar acara kembali acara tahunannya untuk para partner dan resellernya.

Jakarta: Integra Global Solusi menggelar acara kembali acara tahunannya untuk para partner dan reseller.

Selain memperkenalkan sejumlah solusi dan jajaran produk terbaru Synology dalam kategori Network Attach Storage (NAS) dan router yang akan tersedia di pasar pada tahun 2019 mendatang. Acara ini bertujuan  memberikan update dan menjalin loyalitas kepada para partner dan reseller.

Dua solusi yang ditawarkan oleh Synology pada event kali ini adalah Active Backup for Business yang berguna bagi perusahaan dalam mengelola proses backup data.

Selain itu, solusi lainnya adalah Surveillance Solutions, untuk melindungi bisnis dan rumah, serta lingkungan lainnya dengan sistem pengawasan intuitif.

Solusi ini dilengkapi perangkat pemantauan dan pengelolaan video cerdas, guna melindungi properti dan aset berharga.

"Acara hari ini juga merupakan part dari Asian Tour-nya Synology. Jadi beberapa minggu lalu di Singapura, lalu di Thailand juga. Pada kesempatan kali ini, Synology akan membawa beberapa teknologi baru mereka, yang akan diperkenalkan ke teman-teman sekalian. Sehingga nantinya, di tahun 2019, kita bisa penetrasi bisnis lebih besar di Indonesia," ujar Direktur Integra Global Solusi (IGS), Leo Luping.



Active Backup for Business dijelaskan Product Director PT Integra Global Solusi, Adi Gunawan, menawarkan solusi backup terintegrasi dan lengkap, berkemampuan untuk melindungi PC, server fisik, dan mesin virtual.

Software ini juga menawarkan administrasi terpusat, berupa dashboard yang menampilkan laporan terkait data yang sudah dibackup pada perangkat yang sudah terinstal serta menjalankan software ini.

Administrasi terpusat ini dinilai sesuai untuk perusahaan dengan jumlah karyawan cukup besar, sehingga tidak perlu mengingatkan pegawai untuk melakukan backup. Sebab admin IT dapat mengatur jadwal backup pada perangkat yang telah menjalankan software tersebut.

Selain itu, Active Backup for Business juga dilengkapi dengan teknologi bertajuk Deduplication, mencegah satu file dibackup dan tersimpan dalam beberapa versi. Teknologi ini juga ditawarkan pada fitur bernama Snapshot, yang mencegah ruang penyimpanan pada perangkat NAS terisi oleh file yang tidak semestinya.

Active Backup for Business juga didukung oleh Synology Virtual Machine Manager, berfungsi mereplikasi lingkungan produksi untuk situs bencana sementara waktu. Synology Virtual Machine Manager ini dapat diunduh secara gratis, meski pengguna dapat membeli izin untuk versi premium ini.

Selain Active Backup for Business, Synology juga memperkenalkan software backup serupa untuk layanan Office 365 dan G Suite, yang mengandalkan cloud sebagai lokasi penyimpanan seluruh file.

Proses backup pada layanan milik Google dan Microsoft ini penting untuk dilakukan demi mencegah kehilangan file akibat serangan ransomware yang kini tengah marak terjadi.

Pada sesi kedua, diperkenalkan fungsi NAS yang bisa juga digunakan untuk kebutuhan surveillance. Dengan menginstal “Surveillance Station” dari Synology, pengguna dapat mengubah NAS sebagai NVR.

Aplikasi ini didukung fungsi analitik search lebih akurat, sesuai untuk kebutuhan keamanan di tempat umum, seperti Mall, supermarket, pasar, rumah sakit, bandara udara, dan lokasi lain, dengan potensi terjadi insiden atau barang hilang tinggi.

Melalui panel “alert” dan analisis tampilan langsung, pihak security dapat memantau aktivitas yang mencurigakan dengan lebih mudah. Selain itu, fungsi perekaman juga mampu membantu menghemat tempat hingga 70 persen bagi perusahaan atau bisnis yang menggunakan banyak kamera.

IGS merupakan distributor resmi di Indonesia untuk Synology, perusahaan Network Attach Storage (NAS) asal Taiwan, sejak tahun 2010.  Saat ini, Synology sudah dipasarkan ke lebih dari 70 negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis, Tiongkok, dan juga Indonesia.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.