Media Tiongkok Perkenalkan Pembaca Berita AI

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 09 Nov 2018 15:34 WIB
kecerdasan buatan
Media Tiongkok Perkenalkan Pembaca Berita AI
Salah satu pembaca berita AI dari Xinhua.

Jakarta: Media pemerintah Tiongkok, Xinhua, memperkenalkan dua anggota baru dari tim redaksi mereka, yaitu dua pembaca berita AI. Salah satu AI itu akan membaca berita dalam bahasa Mandarin sementara satu AI lain akan membaca berita dalam bahasa Inggris.

Kedua AI ini memiliki penampilan yang mirip dengan pembaca berita manusia dari Xinhua. Namun, suara, ekspresi wajah, dan gerakan mulut mereka dibuat menggunakan animasi dengan teknik deep learning.

"Pembaca berita AI telah menjadi bagian dari tim redaksi Xinhua News Agency," kata media tersebut, seperti yang dikutip dari Engadget. "Mereka akan bekerja bersama dengan pembaca berita lain untuk memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu pada Anda, baik dalam bahasa Inggris atau Mandarin."

Pembawa berita AI ini bisa Anda temui via aplikasi Xinhua, baik versi Inggris atau Mandarin, situs stasiun TV mereka, dan juga akun WeChat mereka, menurut laporan South China Morning Post. Teknologi yang digunakan untuk pembawa berita AI ini disediakan oleh perusahaan pencarian Sogou.

Xinhua berkata bahwa pembaca berita AI ini akan bisa membacakan berita seperti pembaca berita manusia. Namun, jika Anda melihat video di bawah, Anda akan tahu bahwa AI ini tetap tidak terlihat natural. Baik gerakan mulut atau ekspresi muka para AI terkadang tidak terlihat alami dan suara mereka masih terdengar layaknya robot.



Meskipun begitu, teknologi sekarang ini sudah cukup untuk memanipulasi video sehingga gambar animasi bisa dibuat sangat menyerupai manusia. Karena itu, tidak tertutup kemungkinan, jika ada AI pembaca berita lain di masa depan, mereka mungkin akan terlihat lebih natural.

Tidak seperti pembaca berita manusia, AI bisa bekerja selama 24 jam dalam sehari, ungkap Xinhua. Karena itu, keberadaan dua AI ini diharapkan akan bisa meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi biaya.


(ELL)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.