Jika tak Bayar, Kominfo Cabut Izin Bolt dan First Media 17 November

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 13 Nov 2018 21:29 WIB
kominfotelekomunikasi
Jika tak Bayar, Kominfo Cabut Izin Bolt dan First Media 17 November
Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. (MI / Susanto)

Jakarta: Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan bahwa pihaknya akan mencabut izin frekuensi milik PT Internux (Bolt) dan First media jika mereka tidak membayar tunggakan Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi. Paling terlambat, pembayaran harus dilakukan pada 17 November.

"Secara regulasi, kominfo itu melakukan evaluasi atas kinerja dan kewajiban operator secara umum. Dan pada saat kita evaluasi review atas kinerja dan kewajiban operator BWA (Broadband Wireless Access) yang menggunakan 2,3GHz, yang regional, ternyata First Media dan Internux belum memenuhi kewajibannya untuk membayar BAP frekuensi dari tahun 2016, 2017, 2018," kata Rudiantara.

Rudiantara menyebutkan, berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Kominfo pada operator, diketahui bahwa Internux menunggak BHP dengan total Rp343,57 miliar sementara First Media menunggak Rp364,84 miliar. Tunggakan ini merupakan tunggakan sejak 2016 sampai 2017.

Dia juga menyebutkan bahwa Kominfo telah mengirimkan surat untuk mengingatkan akan tunggakan ini. Sayangnya, hingga saat ini, tunggakan itu belum terbayar.

Jika tidak dibayar, maka Kominfo akan mencabut Izin Pita Frekuensi Radio (IPFR). Namun, dia juga menegaskan bahwa izin yang dicabut hanyalah penggunaan frekuensi dan bukannya izin operasi. "Akibatnya, nanti pelanggan yang menggunakan layanan di frekuensi 2,3Ghz dari dua perusahaan itu akan kehilangan layanan," kata Rudiantara saat ditanya terkait dampak ke konsumen.

Ketika ditanya soal upaya pembayaran, Rudiantara mengatakan belum ada. Sementara itu, FIrst Media justru mengakukan gugatan Tata Usaha Negara (TUN) atas Kominfo terkait IPFR pita frekuensi 2,3GHz.

Saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Corporate Secretary First Media Shinta M Paruntu mengatakan bahwa tidak ada hal yang memengaruhi kelangsungan usaha perseroan sampai surat dikeluarkan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.