Digital Challenge 2017, Hackathon Online dari Kominfo dan Ericsson

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 29 Sep 2017 12:41 WIB
kominfoaplikasi
Digital Challenge 2017, Hackathon Online dari Kominfo dan Ericsson
Kedua pemenang dari Digital Challenge 2017.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Ericsson mengadakan Digital Challenge 2017, yang merupakan kompetisi hackaton online. Tujuan dari kompetisi ini adalah untuk memberikan peluang pada developer aplikasi lokal untuk membuat aplikasi untuk digunakan pada Asian Games tahun depan. 

Digital Challenge 2017 terbagi menjadi dua kategori, yaitu Sport Digital Experience dan Smart City Digital Services. Penjurian akhir dari kompetisi tersebut diadakan kemarin, Kamis (28/9/2017) di Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Penjurian tersebut mengharuskan enam finalis Digital Challenge untuk melakukan presentasi dan mendemonstrasikan aplikasinya di hadapan para juri. Juri dalam kompetisi berasal dari Ericsson, Kominfo INASGOC atau Panitia Penyelenggara Asian Games 2018) juga perwakilan dari beberapa operator telekomunikasi.

Kategori Sport Digital Experience dimenangkan oleh Najib Abdillah. Aplikasi mobile buatan mereka dianggap akan dapat memperkaya pengalaman penonton ketika mereka menonton acara olahraga, tidak peduli perangkat apa yang mereka gunakan.

Selain itu, melalui aplikasi tersebut, pengguna juga akan dapat mengetahui berbagai informasi seperti skor, jadwal pertandingan, analisa, berita dan pandungan untuk pertandingan lainnya. 

Sementara kategori Smart City Digital Services dimenangkan oleh I Wayan Dharmana dan Adithya Harun Tular (Colony Labs). Kedunya berhasil membuat aplikasi mobile yang memudahkan pengunjung, staf dan sukarelawan untuk mengakses layanan digital. Aplikasi itu juga memudahkan akses pengguna ke sistem transportasi di lokasi, jasa perjalanan dan layanan darurat kesehatan. 

“Saya berharap aplikasi yang dibuat finalis Digital Challenge 2017 bisa menjadi solusi dan memberi nilai tambah bagi Asian Games 2018. Pesan saya buat para finalis, carilah masalah sederhana yang perlu dicarikan solusinya," kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan.

Sementara itu, Jerry Soper, Head of Ericsson Indonesia berkata, "Di era digital saat ini, kita semua adalah bagian dari Networked Society yang akan membentuk masa depan teknologi untuk memungkinkan pengalaman baru selama perhelatan terbesar olahraga ini berlangsung.

"Ericsson berkomitmen untuk mempercepat visi masa depan ini dengan mendukung inisiatif Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam Digital Challenge 2017, untuk memberikan kesempatan bagi pengembang aplikasi di Indonesia dalam menciptakan pengalaman digital yang lebih cerdas dan lebih menarik selama Asian Games ke-18, 2018."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.