Akuisisi Aplikasi Penyedia Jasa, IKEA Percepat Pemasangan Produk

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 29 Sep 2017 16:55 WIB
teknologi
Akuisisi Aplikasi Penyedia Jasa, IKEA Percepat Pemasangan Produk
IKEA mengakuisisi layanan penyedia jasa freelance TaskRabbit untuk memudahkan konsumen mereka yang tidak bisa merakit produk yang mereka beli sendiri dari IKEA.

Metrotvnews.com: IKEA mulai adopsi teknologi digital dengan mengakusisi TaskRabbit, sebuah startup penyedia beragam profesi freelancer. Nantinya pembeli produk IKEA bisa memanggil freelancer yang bisa membantu mereka memasang produk mebel yang dibeli.

Strategi IKEA kali ini yang semakin memanjakan pembelinya, bisa jadi cara tepat IKEA mengembangkan bisnisnya sebagai toko ritel perabotan rumah terbesar. Dikutip dari NY Times, IKEA telah resmi mengakuisisi TaskRabbit dalam angka yang tidak disebutkan. 

Untuk lebih jelasnya, TaskRabbit memiliki layanan serupa fitur Go-Jek Go-Glam, Go-Clean, dan Go-Massage. Jadi TaskRabbit merupakan mobile marketplace berisi beragam layanan jasa yang dilakoni secara freelance, salah satunya yang dimanfaatkan oleh IKEA.

Nantinya, setiap pembeli produk IKEA akan dikasih pilihan, apakah mereka mau memasang sendiri perabot yang diibeli atau menggunakan jasa TaskRabbit.

"Dunia ritel kini mengalami perubahan yang cepat seiring zaman dan kebiasaan para konsumen. Jadi, selain membuat produk yang sangat mudah dipasang atau dirakit sendiri kita juga memudahkan para konsumen  supaya hidup mereka semakin mudah," ungkap Chief Executive IKEA, Jesper Brodin.

Tahun lalu, kedua perusahaan ini sempat bekerjasama di London, Inggris, menyediakan bentuk layanan serupa dan rupanya responnya cukup bagus.

"Dengan kerja sama ini, dipastikan dampak positifnya akan sangat luas. Semakin banyak benefit ynag diperoleh konsumen sekaligus mitra penyedia jasa yang bergabung di layanan kami," ungkap Chief Executive TaskRabbit, Stacy Brown-Philpot.

TaskRabbit yang beroperasi sejak 2008 sudah menerima pendanaan hingga USD37 juta dan menampung lebih dari 60.000 pekerja jasa freelance yang sangat beragam.

Saat ini, mereka masih beroperasi di 40 kota yang tersebar di Amerika Serikat. IKEA sendiri sudah beroperasi di 29 negara dengan total ada 357 toko. Kedua pihak mengaku dalam waktu dekat mereka akan melakukan ekspansi bisnis ke berbagai negara terutama TaskRabbit.

Ini bukan kali pertama IKEA menggaet layanan teknologi untuk memperluas bisnisnya. Beberapa waktu lalu mereka juga merilis aplikasi berteknologi realitas tambahan atau augmented reality. Pengguna bisa melihat katalog produk IKEA dan melihat secara digital apakah produk tersebut cocok dengan ruangannya.




(MMI)