Dual Camera, Teknologi Premium yang Makin Terjangkau

Mohammad Mamduh, Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 07 Sep 2017 18:28 WIB
smartphone
Dual Camera, Teknologi Premium yang Makin Terjangkau
Kamera ganda kini menjadi tren di industri ponsel. (ZDNet)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ponsel dengan dua kamera belakang sebenarnya telah ada sejak lama tahun 2011. HTC pertama kali mendobrak pasar dengan Evo 3D. Saat itu, HTC memang merupakan salah satu produsen smartphone yang paling inovatif.

Tidak ada perkembangan yang cukup signifikan setelah HTC meluncurkan ponsel yang ketika itu dianggap terlalu canggih. Tren adopsi dua kamera belakang alias dual camera kembali mencuat mulai tahun lalu, dan sepertinya akan terus berkembang sampai beberapa tahun ke depan.

Samsung sendiri akhirnya mengadopsi teknologi ini pertama kalinya di Galaxy Note 8. Smartphone dengan layar 6,3 inci ini dapat mengambil gambar dengan efek "Bokeh" berkat kamera ganda miliknya. Selain itu, ponsel ini juga dapat mengambil gambar dengan sudut yang lebih besar. Kedua kamera Galaxy Note 8 juga sudah dilengkapi dengan OIS (Optical Image Stabilization). 

Adopsi dua kamera belakang ini juga diikuti oleh Motorola, dengan meluncurkan Moto Z2 Force. Ponsel ini tidak hanya dilengkapi dengan kamera belakang ganda -- yang memungkinkannya untuk memberikan efek depth-of-field) -- ponsel ini juga memiliki mod kamera 360 derajat. 

Sesungguhnya, Apple masih penentu popularitas teknologi ponsel, yang selalu mereka tunjukkan via iPhone. Adopsi dua kamera belakang pertama kali dipasang pada iPhone 7 Plus. Sama seperti Galaxy Note 8, keberadaan dua kamera ini memungkinkan pengguna untuk mengambil foto dengan efek Bokeh. 



OnePlus 5 dirancang sebagai smartphone dual camera alternatif karena harganya yang lebih terjangkau. Salah satu dari dua kamera belakangnya menggunakan lensa "telephoto" yang memungkinkan Anda mengambil foto zoom tanpa mengurangi kualitas gambar. Ia juga dilengkapi dengan fitur depth-of-field yang membuat latar belakang foto menjadi mengabur. Sayangnya, ponsel ini tidak masuk Indonesia. 

LG merupakan salah satu vendor smartphone yang mengikuti tren kamera ganda. Pada ponsel premium yang mereka luncurkan pada awal tahun ini, LG menggunakan kamera 13MP standar dan lensa 13MP dengan wide-angle. Lensa kedua itu berarti Anda bisa mengambil gambar yang lebih luas dalam tiap foto. 

Huawei telah meluncurkan ponsel kamera belakang ganda pada tahun lalu, P9. Ada perbedaan konsep yang diusung Huawei, yaitu menggandeng Leica untuk pengembangannya, dan penggunaan lensa RGB dan monokrom yang terpisah. Salah satu keunggulan penerapan ini adalah detail warna yang lebih tajam dan lebih baik. Tahun ini, mereka meneruskan resep yang mereka gunakan melalui Huawei P10.



ASUS juga tidak mau ketinggalan dengan meluncurkan ZenFone 3 Zoom. Smartphone yang satu ini dilengkapi dengan dua kamera belakang bersolusi 12MP. Salah satunya memiliki lensa 25mm dan satunya 56mm dengan 2,3x zoom. Fokus ASUS pada smartphone ini adalah pada kameranya. Namun, mereka juga melengkapi ponsel ini dengan baterai berdaya 5.000 mAh. 

Bagaimana dengan Xiaomi? Produsen asal Tiongkok ini setidaknya telah menghadirkan ponsel dual kamera, yaitu Mi 6 dan Mi A1. Mi 6 tidak hanya memiliki desain yang cantik, tapi juga kamera ganda. Sama seperti iPhone 7 Plus, Xiaomi melengkapi Mi 6 dengan fitur portrait, memungkinkan Anda mengambil gambar dengan background yang mengabur. 

Kesimpulannya, tidak sedikit produsen smartphone yang ikut menciptakan produk dengan dua kamera belakang. Namun, apa yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membelinya adalah harga yang dipatok. Ketimbang kamera depan yang menawarkan kualitas selfie super, ponsel dual camera masih harus dihargai cukup mahal. 

Misalnya, iPhone 7 Plus di Indonesia dihargai mulai dari Rp14 juta sementara Huawei P10 dihargai EUR649 atau sekitar Rp10,3 juta. Alasannya adalah adopsi teknologi yang paling canggih, ditambah dengan fitur lain dan spesifikasi yang mendukung. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.