Ribuan Warga Indonesia Daftar Jadi Warga Luar Angkasa

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 27 Jul 2017 14:05 WIB
antariksateknologi
Ribuan Warga Indonesia Daftar Jadi Warga Luar Angkasa
Saat ini, lebih dari 8.000 warga Indonesai telah mendaftar menjadi warga Asgardia.

Metrotvnews.com: Ribuan warga Indonesia telah menjadi warga negara Asgardia, negara luar angkasa. Saat berita ini dibuat, Asgardia telah memiliki lebih dari 278 ribu warga negara. Jika dibagi berdasarkan negara asal, warga negara Asgardia paling banyak berasal dari Turki, disusul oleh Tiongkok dan Amerika Serikat. 

Indonesia ada pada posisi ke-8 dengan lebih dari 8.600 orang yang bergabung menjadi warga Asgardia. Dari 8.663 orang Indonesia yang mendaftar, sebanyak 83 persen di antaranya merupakan laki-laki dan 13 persen sisanya adalah perempuan. Asgardia memiliki page tersendiri di Facebook, serta halaman Asgardia yang didasarkan pada negara, termasuk page Asgardia Indonesia.



Melalui halaman Facebook tersebut, orang-orang yang penasaran tentang Asgardia bisa bertanya pada pihak administrator. Sejauh ini, halaman tersebut sudah mendapatkan lebih dari 400 Like. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah tentang dwi kewarganegaraan, yang memang tidak diperbolehkan oleh pemerintah Indonesia.

"Untuk sekarang tidak masalah karena Asgardia belum dianggap sebagai suatu negara. Ketika Asgardia sudah dianggap menjadi negara maka tergantung kebijakan Indonesia terhadap Asgardia saat itu," jawab pihak administrator. 

Untuk menjadi warga negara Asgardia, Anda cukup mendaftar di situsnya. Anda harus mengisi beberapa informasi pribadi seperti nama, email dan negara asal. Jika Anda masih berumur di bawah 18 tahun, Anda harus mendapatkan izin dari orangtua atau wali untuk bisa mendaftar menjadi warga negara Asgardia. 

Lalu, apa sebenarnya Asgardia?

Asgardia adalah sebuah negara yang berada di orbit yang tidak dikuasai oleh pihak manapun. Proyek Asgardia dipimpin oleh Aerospace International Research Center, perusahaan swasta yang didanai oleh peneliti dan pengusaha asal Rusia, Dr Igor Ashurbeiyli. Nama Asgardia sendiri diambil dari nama kota yang ada di langit dalam mitologi Norwegia. 

Pada bulan Juni lalu, dilaporkan bahwa Asgardia akan meluncurkan satelit pertamanya, yang dinamai Asgardia-1. Satelit kedua akan diluncurkan tahun depan.  "Asgardia-1 akan menjadi tanda dari awal era luar angkasa baru, membawa warga kami ke luar angkasa, setidaknya dalam bentuk virtual dulu," ujar Ashurbeyli.


(MMI)

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2
Review Smartphone

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2

2 weeks Ago

Xiaomi masuk industri smartphone selfie dengan merilis Xiaomi Redmi S2. Begini performanya. …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.