Maskapai Penerbangan Malaysia Adopsi Sistem Pelacakan Satelit

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 19 Apr 2017 17:00 WIB
teknologi
Maskapai Penerbangan Malaysia Adopsi Sistem Pelacakan Satelit
Malaysia Airlines akan memonitor pesawatnya dengan satelit. (Olivia Harris / Reuters)

Metrotvnews.com: Tiga tahun lalu, Malaysia Airlines penerbangan MH370 menghilang di Laut China Selatan. Banyak negara kemudian berusaha untuk mencari pesawat tersebut.

Meskipun muncul rumor tentang pembajakan atau pengambilalihan pesawat itu oleh pemerintah asing, ia diperkirakan hilang di laut.

Untuk mencegah pesawat lain hilang di laut, PBB setuju akan penggunaan sistem sinyal pesawat yang dapat dilacak melalui darat atau oleh satelit. Menurut laporan Engadget, Malaysia Airlines baru saja membuat perjanjian untuk menggunakan jaringan satelit yang memungkinkan mereka untuk melacak keberadaan pesawat mereka, bahkan ketika ia terbang di kawasan tudung es kutub. 

Sekarang, kebanyakan penerbangan international memang sudah mengeluarkan sinyal yang bisa dilacak melalui perangkat di darat atau satelit via metode yang disarankan oleh PBB, yaitu Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B).

Namun, perjanjian Malaysia Air dengan Aireon LLC memungkinkan maskapai penerbangan itu untuk menggunakan jaringan satelit mereka demi memonitor armada pesawat yang mereka miliki. Jaringan satelit Malaysia Air ini sendiri diperkirakan akan selesai pada 2018. 

Meskipun begitu, seperti yang disebutkan oleh Bloomberg, masih tidak diketahui apakah metode pelacakan melalui udara dapat membantu kasus MH 370. Pemancar sinyal pada pesawat tersebut mendadak mati tanpa alasan yang jelas, yang membuatnya tidak bisa dilacak menggunakan satelit.


(MMI)