Director Mix, Layanan Beriklan Instan di YouTube

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 25 Sep 2017 14:39 WIB
youtube
Director Mix, Layanan Beriklan Instan di YouTube
YouTube meluncurkan teknologi yang membuat brand mudah menciptakan banyak konten iklan

Metrotvnews.com: YouTube merilis sebuah aplikasi atau alat beriklan yang akan memudah brand menghasilkan ratusan iklan berbeda yang juga lebih efektif menjangkau target konsumen dengan bantuan data dari mesin pencarian Google.

YouTube ingin perusahaan lebih banyak memasang tayangan iklan di media mereka ketimbang televisi, dengan target 100 hingga 1.000 iklan berbeda.

Dikutip dari Business Insider, tayangan iklan merupakan salah satu cara YouTube memonetisasi layanannya, tapi penyedia layanan paham  bahwa iklan di internet hanya tambahan dari iklan utama yang muncul di televisi. Selain itu, proses pembuatan iklan juga memakan waktu dan dana yang tidak sedikit.

"Director Mix adalah alat yang memudahkan brand atau agensi iklan  menciptakan iklan yang beragam dari satu buah materi saja. Jadi, Director Mix akan menciptakan beragam iklan secara otomatis dari materi seperti audio, video, dan foto. Pengguna tinggal memilih mana yang menurut mereka bagus dan tepat," jelas Vice President of Agency and Media Solutions Google, Tara Walpert Levy.

Selain itu, teknologi pintar ini juga dengan sendirinya akan membuat pengguna YouTube tidak hanya melihat iklan yang relevan dan tidak akan pernah sama untuk kedua kalinya. Untuk memastikan iklan ini sampai ke target konsumen yang tepat, pengguna aplikasi ini bisa melihat data yang dimiliki mesin pencarian Google, terkait kata kunci yang menarik dari materi brand yang mereka iklankan.

"Misalnya iklan tentang kapal pesiar akan muncul ketika seorang pengguna baru saja melakukan pencarian tentang perjalanan wisata. Contoh lainnya, ketika seseorang menggunakan aplikasi Google Map untuk mencari lokasi ski es maka pada halaman YouTube mereka akan tampil iklan tentang peralatan ski," tutur Levy.

Teknologi Director Mix terlihat diklaim sangat efektif menyentuh target iklan. Di sisi lain, tanpa kita sadari mesin pencarian Google semakin pintar menganalisa kebiasaan penggunanya. Selain itu tampaknya teknologi ini akan mulai menggeser profesi pada ahensi iklan. Pengguna YouTube juga nantinya bisa menebak sendiri, akan semakin banyak iklan yang menjejali halaman YouTube ketika memutar video.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.